Seorang wanita membagikan pengalaman unik sekaligus mengharukan tentang perhatian besar keluarganya terhadap kehidupan pribadinya. Melalui akun Instagram miliknya, perempuan yang telah memasuki usia 30-an itu mengunggah video yang memperlihatkan dirinya menjalani ruqyah hingga mandi besar pada pukul 02.00 dini hari dengan harapan dipertemukan dengan jodoh.
Bukannya merasa terbebani, ia justru menganggap perhatian luar biasa dari keluarganya tersebut sebagai sebuah keistimewaan yang layak disyukuri. Kisah yang mengundang senyum sekaligus terasa hangat itu dibagikan oleh akun @fatia_rj, yang memperlihatkan bagaimana keluarganya masih sangat memikirkan statusnya yang belum menikah.
"In this economy di umur 30-an punya keluarga yang masih mikirin anak perempuan enggak nikah-nikah sampai diruqyah dan mandi jam 2 subuh. Itu juga privilege kan???," tulisnya dalam keterangan video tersebut, melansir Wolipop.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unggahan tersebut langsung menarik perhatian warganet. Banyak yang menyoroti bagaimana makna privilege atau hak istimewa dapat hadir dalam bentuk kasih sayang keluarga yang begitu besar, meskipun ditunjukkan dengan cara yang tidak lazim.
Hingga kini, video itu telah ditonton lebih dari 357 ribu kali dan dibanjiri berbagai komentar dari netizen.
Wolipop kemudian menghubungi pemilik akun Instagram tersebut, Fatia Ramadhani, untuk mengetahui cerita di balik video yang viral itu. Perempuan berusia 32 tahun yang akrab disapa Tia tersebut tinggal di Jakarta dan bekerja sebagai pramugari.
Di tengah kesibukannya menjalani jadwal penerbangan, Tia mengungkapkan bahwa ritual ruqyah dan mandi dini hari itu berawal dari kekhawatiran mendalam kedua orang tuanya mengenai dirinya yang belum juga menikah.
"Postingannya tentang kekhawatiran orang tuaku, kenapa aku belum menikah dan ketemu jodoh. Mereka mengira kalau auraku ditutup orang, padahal mah emang akunya yang picky," ungkap Tia seraya tertawa saat diwawancarai oleh Wolipop.
Meski proses yang dijalaninya terdengar serius, Tia mengaku tidak merasakan ketegangan sama sekali. Sebaliknya, ia justru merasa geli hingga beberapa kali tertawa selama ritual berlangsung.
"Selama proses tentu aku ketawa-tawa, Kak. Aku ngapain ini, diapainn," kenang Tia.
Meski demikian, demi menghormati serta menenangkan hati kedua orang tuanya, ia tetap menjalani ruqyah dan mandi malam tersebut dengan ikhlas.
"Tapi ya namanya saran orang tua, kita ikutin saja biar mereka bahagia," pungkasnya.
(afb/afb)
