4 Fakta Terkini Penyebab Monumen Sisingamangaraja XII Medan Hangus Terbakar

Round Up

4 Fakta Terkini Penyebab Monumen Sisingamangaraja XII Medan Hangus Terbakar

Tim detikSumut - detikSumut
Sabtu, 27 Jun 2026 08:30 WIB
Pendopo rumah adat di Monumen Tugu Nasional Sisimangaraja Xll terbakar (dok. Damkar Kota Medan)
Foto: Pendopo rumah adat di Monumen Tugu Nasional Sisimangaraja Xll terbakar (dok. Damkar Kota Medan)
Medan -

Rumah adat di area Monumen Tugu Nasional Sisingamangaraja XII di Jalan Sisingamangaraja, Medan, hangus terbakar. Kebakaran terjadi karena ada seorang remaja inisial M (13) yang bermain api dan baygon di lokasi.

Kebakaran sendiri terjadi pada Senin (22/6) lalu. 4 hari setelah kebakaran, polisi mengamankan M dan selanjutnya pelaku diserahkan ke pihak kecamatan untuk proses pembinaan.

Monumen Tugu Nasional Sisingamangaraja XII didirikan pada 1979 dan diresmikan oleh Presiden ke-2 RI, Soeharto, pada 1992. Dirangkum BeritaKlik berikut ini sederet fakta terkini soal peristiwa kebakaran tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fakta Terkini soal Monumen Sisingamangaraja XII Hangus Terbakar

1. Pelaku Diamankan Polisi

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Poltak Tambunan mengatakan pihaknya telah mengamankan M (13) terkait kebakaran momumen Sisingamangaraja. "Hari ini, kita telah mengamankan seorang anak terkait pembakaran rumah adat Batak yang ada di monumen Sisingamangaraja. Tadi pagi kita amankan anak tersebut,", Jumat (26/6/2026).

ADVERTISEMENT

Poltak mengatakan anak tersebut sebenarnya tidak memiliki niat untuk membakar rumah adat itu. Sebelum kejadian, kata Poltak, anak tersebut tengah bermain di dekat rumah adat itu.

2. Pelaku Tidak Sengaja

Poltak menyebut pelaku M tidak memiliki niat untuk membakar monumen tersebut. Ia bilang pelaku datang ke lokasi untuk bermain.

"Anak ini hanya bermain main di situ. Setelah itu, dia melihat ada baygon bekas dan dia punya mancis, dihidupkan baru baygon ini disemprotkan. Anak ini tidak tahu bahwa dampaknya akan membakar rumah adat Batak itu. Unsur kesengajaan tidak ada," sebutnya.

Poltak mengatakan anak itu tidak ditetapkan menjadi tersangka. Namun, setelah ini, anak itu akan diserahkan ke pihak kecamatan.

"Nanti kita serahkan ke unsur pemerintahan dan Pak Camat nanti. Tidak (tersangka) karena dia tidak melakukan dengan sengaja," pungkasnya.


3. Pelaku Berusaha Padamkan Api

Saat api muncul, kata Poltak, pelaku berupaya untuk memadamkan api. Namun, upaya tersebut gagal hingga membuat monument hangus terbakar.

"Setelah terbakar, dia (M) sempat juga (berupaya) untuk mematikannya, tapi api menyala cepat. Dia (M) langsung ketakutan dan menghindar dari rumah adat Batak tersebut," ujar Iptu Poltak.

Poltak mengatakan pemicu kebakaran itu terungkap usai pihaknya mengecek CCTV. Dalam CCTV itu, tampak M sedang berjalan menuju ke rumah adat itu, sebelum terjadinya kebakaran.

Perwira pertama Polri itu menyebut bahwa M memang sering bermain di dekat lokasi itu. Setelah melihat M di CCTV, pihak kepolisian pun mencari M dan mengamankannya pagi tadi.

"Unit Reskrim Polsek Medan Kota melakukan penyelidikan lebih dalam lagi dan kita membuka ada salah satu CCTV. Lalu, kita melihat anak tersebut. Dari situlah awal kita melakukan pencarian terhadap anak tersebut," sebutnya.

4. Pelaku Gelandangan

Camat Medan Kota Andi Syahputra mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang didapat pelaku M berasal dari Provinsi Riau. M juga tinggal sendirian di Medan tanpa memiliki tempat tinggal.

Sejauh ini, kata Andi, pihaknya masih berupaya mencari keluarga anak tersebut. Jika memang tidak ditemukan, M akan diserahkan ke Dinas Sosial.

"Memang anak ini berasal dari luar kota, bukan penduduk Kota Medan. Dia (M) dari Rokan Hilir. Jadi nanti kita coba lakukan pembinaan dan kita coba cari tahu (keluarganya), kita coba sebar pake grup kepling juga, mana tahu ada keluarga yang bisa mengenal. Kita akan hubungi pihak keluarganya untuk kita bantu kembalikan," kata Andi.

Andi menyebut M juga sering berada di sekitaran Lapangan Merdeka Medan. Untuk makan, M biasanya menunggu belas kasihan dari warga.

"Anak ini gelandangan, biasanya untuk makan juga minta-minta ke orang," sebutnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kebakaran Terra Drone karena Percikan Api Baterai Litium yang Jatuh"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads