Jemaah umrah yang berangkat langsung dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) dapat menginap di Asrama Haji Kelas I Aceh sebelum terbang ke Tanah Suci. Di asrama tersedia kamar setara hotel bintang 3 lengkap dengan fasilitas manasik.
Maskapai Garuda Indonesia berencana melayani penerbangan jemaah umrah perdana langsung dari Banda Aceh ke Jeddah mulai 29 Juni mendatang. Asrama haji mendukung penyelenggaraan umrah langsung dengan menyiapkan berbagai fasilitas.
Kepala Asrama Haji Kelas I Aceh, Irsyadi, mengatakan, di asrama tersedia kamar standar dengan tarif Rp 300 ribu permalam dan kamar setara hotel bintang 3 dengan harga Rp 400 ribu permalam. Setiap kamar tersedia empat tempat tidur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga siap menyesuaikan kebutuhan jemaah. Jika membutuhkan layanan konsumsi atau paket tertentu, bisa disiapkan sesuai permintaan," kata Irsyadi dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, seluruh kamar yang sebelumnya digunakan jemaah haji akan disiapkan kembali untuk melayani jemaah umrah dan juga masyarakat umum. Selain tempat menginap, Asrama Haji juga memiliki sarana manasik yang dapat dimanfaatkan jemaah sebelum keberangkatan.
Di sana juga tersedia mockup pesawat Garuda Indonesia yang dapat dipakai jemaah untuk simulasi sebelum keberangkatan. Pesawat tersebut juga dipakai untuk mengedukasi jemaah saat pemberangkatan haji pada Mei lalu.
"Kalau jemaah ingin melakukan manasik sambil beristirahat sebelum berangkat, itu menjadi nilai tambah yang kami siapkan," jelas Irsyadi.
"Setelah operasional haji selesai, Asrama Haji masih memiliki waktu sekitar sembilan bulan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan, termasuk pelayanan umrah. Ini menjadi salah satu sumber penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sekaligus bentuk pelayanan kepada masyarakat," lanjutnya.
(agse/nkm)
