Pemprov Sumut sedang membangun jalan lintas Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta)- Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) via Sipiongot. Lantas bagaimana pandangan dari sisi antropologi?
Dosen Antropologi dari Universitas Negeri Medan (Unimed) Zanrison Naibaho mengatakan selama ini Sipiongot merupakan daerah ikonik bagi rakyat Sumut. Sebab Sipiongot lebih sering dipahami sebagai daerah tertinggal ketimbang ikon yang bermakna positif dan berprestasi.
"Dari kaca mata antropologi pembangunan, Sipiongot ikonik karena dinilai mewakili ruang identitas emosional dan wilayah pedalaman yang terisolasi. Bahkan sering disebutkan jadi bahan sindiran karena ketiadaan pembangunan di sana," kata Zanrison Naibaho dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keikonikan Sipiongot ini timbul karena selama 81 tahun tidak pernah tersentuh pembangunan jalan. Dari situ, Zanrison menilai Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution telah menganalisis prioritas mana wilayah yang lebih membutuhkan sentuhan pembangunan.
"Ibarat orang haus dan yang tidak haus. Tentunya yang haus akan lebih dulu kita kasih air minum ketimbang yang sudah kenyang dan ini pula yang menjawab mengapa Bobby Nasution mau menyentuh dan membangun jalan di Sipiongot. Bobby ingin menghadirkan keadilan pembangunan di sana. Bukan hanya membangun daerah kelas atas tapi juga kelas bawah," ungkapnya.
Meskipun jumlah penduduk di Sipiongot jauh lebih kecil dibanding daerah lainnya di Sumut, Zanrizon menilai Bobby sedang tidak mengejar jumlah suara dalam membangun jalan di sana.
"Kalau dibanding Langkat tentunya jumlah di sana (Sipiongot) kalah banyak. Namun dalam antropologi pembangunan, justru ini menjadi magnet bagi banyak orang," jelasnya.
Dia menilai anekdot miring terhadap Sipiongot perlahan memudar seiring gencarnya pembangunan di sana. Salah satunya syarat utamanya, yakni pembangunan infrastruktur jalan tersebut harus terkoneksi dengan sektor lainnya.
"Harus terkoneksi dengan sektor kesehatan dan pendidikan, karena membangun infrastruktur harus pulang disertai dengan pembangunan sumber daya manusianya," tuturnya.
Untuk diketahui, Bobby Nasution mengunggah video pekerjaan di salah satu ruas jalan, yakni Sipiongot-Tolang. Saat ini sudah masuk tahap penggalian dan penimbunan badan jalan.
"Pembangunan jalan Sipiongot menuju Tolang saat ini sudah memasuki tahap penggalian dan penimbunan badan jalan. Jalan ini diharapkan dapat mendukung pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah serta memperkuat konektivitas Padang Lawas, Labuhan Batu, dan Tapanuli Selatan," tulis Bobby Nasution di Instagram pribadinya, Rabu (20/5).
Dijelaskan jika panjang jalan yang diperbaiki di ruas ini adalah 11,50 kilometer. Pembangunan ini bakal melewati 7 desa yang ada di Kabupaten Paluta.
Untuk diketahui, Bobby Nasution meresmikan jembatan Aek Sipange di Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yang merupakan bagian dari Tapsel-Padang Lawas Utara (Paluta) via Sipiongot. Bobby menargetkan jalan Paluta-Tapsel via Sipiongot selesai tahun 2028.
"Sebenarnya dibangun dari sisi Tapsel dan dari sisi Paluta, tapi yang dibangun terlebih dahulu dari sisi Paluta semua, di dari Paluta itu ada 3 ruas, mengarah ke Tapsel, Labuhanbatu, dan Gunung Tua," kata Bobby Nasution saat sambutan di acara peresmian jembatan Aek Sipange, Kamis (5/3).
Tahun ini akan dikerjakan ruas Hutaimbaru-Sipiongot bakal diperbaiki 11 dari 32 kilometer, ruas Sipiongot-batas Labuhanbatu bakal diperbaiki 16 dari 23 kilometer, dan ruas Sipiongot-Tolang batas Tapsel yang ditangani 12 dari 16 kilometer. Bobby menyebutkan pihaknya komitmen untuk menyelesaikan jalan Paluta-Tapsel via Sipiongot.
(niz/afb)
