Seorang kakek bernama Mula Sirait alias Pak Priska (58) hanyut saat tengah menyeberangi jembatan bambu di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Setelah dicari, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
"Pada hari kedua operasi SAR, Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian awal," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, Rabu (1/7/2026).
Hery mengatakan informasi kejadian itu diterima pihaknya dari pihak kepolisian. Usai menerima informasi itu, petugas SAR pun menuju lokasi untuk melakukan pencarian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama proses pencarian, kata Hery, tim mengalami sejumlah kendala, di antaranya kondisi aliran sungai yang mengalami penyempitan pada beberapa titik. Selain itu, jarak pandang juga terbatas akibat kondisi rimbunnya tumbuhan di sepanjang bantaran sungai.
Tim kemudian melakukan penyisiran melalui jalur udara menggunakan drone thermal dari lokasi kejadian menuju arah hilir sungai sejauh kurang lebih dua kilometer. Beruntung upaya tersebut membuahkan hasil dan korban ditemukan, Selasa (30/6).
"Korban ditemukan melalui hasil visual pemantauan menggunakan drone thermal. Kemudian (korban) segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga," pungkasnya.
Sebelumnya, Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan korban dilaporkan hilang, Minggu. Warga Dusun II Hubuan, Nagori Bosar Galugur, Kecamatan Tanah Jawa itu diduga terjatuh dan hanyut terbawa arus Sungai Bah Tongguran saat hendak pergi ke ladangnya.
"Hingga sore hari, korban belum juga ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan oleh aparat bersama warga setempat," kata Verry, Minggu (28/6).
Verry mengatakan informasi kejadian itu diterima pihak kepolisian dari warga. Lalu, petugas pun menuju ke aliran Sungai Bah Tongguran, Huta II, Nagori Bosar Galugur untuk mengecek soal kejadian tersebut.
Perwira pertama Polri itu menyebut ada sejumlah saksi yang dimintai keterangan oleh pihaknya. Berdasarkan keterangan saksi bernama Opung Micael selaku pemilik warung di Huta Hubuan, korban awalnya berangkat dari warung tersebut sekira pukul 08.00 WIB.
Korban saat itu berangkat dengan menggunakan sepeda motor menuju ke ladangnya yang berada di seberang sungai.
"Korban hendak menyeberang menuju ladangnya yang berada di seberang Sungai Bah Tongguran," jelas Verry.
(fnr/afb)
