Detik-detik Pemburu Babi Pukuli Istri Pakai Martil di Simalungun hingga Tewas

Detik-detik Pemburu Babi Pukuli Istri Pakai Martil di Simalungun hingga Tewas

Finta Rahyuni - detikSumut
Rabu, 01 Jul 2026 12:01 WIB
ilustrasi kejahatan kriminal perampokan pembunuhan pemerkosaan pencopetan
Foto: andi saputra
Simalungun -

Erikson Simanjuntak (42), seorang pemburu babi hutan memukuli istrinya Norma Tinambunan (34) dengan martil hingga tewas. Pelaku gelap mata karena istrinya diduga menjalin hubungan dengan pria lain.

Awalnya Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Wisnugraha Paramaartha mengatakan bahwa selama 5 bulan pelaku bekerja sebagai pemburu babi hutan di Aceh. Hasil penjualan babi hutan kemudian dikirim pelaku ke korban.

Karena sepeda motor rusak, kata Kasat, pelaku Erikson menghubungi menghubungi istrinya guna meminta uang memperbaiki motor yang rusak. Hanya saja korban tidak mau menuruti permintaan pelaku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sepeda motor yang digunakan pelaku untuk bekerja di Aceh mengalami kerusakan sehingga pelaku menghubungi korban, meminta sejumlah uang untuk perbaikan sepeda motor tersebut," kata Wisnu, Rabu (1/7/2026).

ADVERTISEMENT

Karena tidak diberikan, pelaku pun menghubungi sepupunya untuk meminjam uang perbaikan motor itu. Sepupu pelaku pun mengaku bersedia memberikan uang itu dengan catatan meminta persetujuan korban.

Selanjutnya pelaku kembali menghubungi korban dan menceritakan soal sepupunya yang akan meminjamkan uang kepadanya. "Namun, korban tetap tidak setuju," jelasnya.

Lalu, pada hari kejadian itu, pelaku tiba-tiba pulang dari Aceh ke rumah mereka tanpa memberitahu korban. Saat itu, pelaku juga membawa kue sebagai oleh-oleh.

Setibanya di rumah, kata Wisnu, pelaku bertemu dengan anaknya yang saat itu tengah berada di ruang tamu, sedangkan korban berada di dalam kamar.

Melihat suaminya datang, korban menyuruh anak-anaknya untuk tidak memakan kue yang dibawa pelaku. Pelaku pun merasa tersinggung.

Sontak pelaku menyampaikan soal kecurigaannya kalau korban menjalani hubungan dengan pria lain. Tak berapa lama, ada dua laki-laki yang datang ke rumah itu untuk mengajak korban jalan-jalan.

Melihat itu, pelaku semakin emosi. Pelaku lalu menuju dapur untuk mengambil pisau dan menusukkannya ke arah rusuk korban.

"Namun, karena korban memakai baju berlapis, sehingga pisau tersebut patah. Pelaku kembali ke dapur, melihat ada martil, kemudian memukul kepala korban sebanyak 6 kali menggunakan martil tersebut," pungkasnya.

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan peristiwa itu terjadi di rumah kontrakan yang ditempati korban di di Jalan Haranggaol, Nagori Purba Sipinggan, Kecamatan Purba, Senin (29/6). Verry menyebut pelaku selama lima bulan terakhir bekerja sebagai pemburu babi hutan di Provinsi Aceh.

Verry menyebut informasi kejadian itu diterima pihaknya dari warga. Usai menerima laporan tersebut, pihak kepolisian menuju lokasi

Setibanya di sana, korban ternyata telah dibawa warga ke ke Puskesmas Tigarunggu. Namun, pihak puskesmas meminta agar korban segera dirujuk Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar karena kondisinya sudah kritis.

Korban pun dilarikan ke RS Vita Insani Pematangsiantar. Namun, nahas, nyawa korban tidak tertolong.

"Namun, pada pukul 14.30 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tersebut. Atas kejadian itu, pihak keluarga merasa keberatan dan meminta proses hukum berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan," ujarnya.

Pihak kepolisian mencari suami korban dan menemukannya tengah berada di rumah kontrakan itu. Petugas kepolisian pun langsung mengamankannya dan membawanya ke kantor polisi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Keji! Ayah di Gorontalo Aniaya Bayi Sambil Video Call Istri"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads