Kunjungan wisatawan di Riau terus meningkat sepanjang tahun 2026 ini. Bahkan, wisatawan mancanegera tercatat meningkat drastis ke Provinsi Riau hingga mencapai 24,68 persen.
Kenaikan ini bukan hanya dari kunjungan pelancong 'paspor' saja. Data ini tercatat dalam angka resmi yang dirilis langsung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2026.
Sepanjang bulan Mei 2026, Riau menjadi salah satu pilihan pelancong dunia. Data mencatat wisatawan mancanegara atau wisman ke Riau melonjak hingga tembus angka 31.747 kunjungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan periode bulan April 2026 ini, tercatat ada 25.462 kunjungan. Jika dari persentase, tercatat sebesar 24,68 persen atau atau melesat hingga 35,33 persen.
Melihat tren positif yang terekam dalam statistik ini, Pemerintah Provinsi Riau menyatakan kesiapannya untuk terus memacu akselerasi sektor pariwisata ke kancah internasional. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Perbatas, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinkronisasi data yang disajikan oleh BPS.
"Kami sangat mengapresiasi data yang akurat dari rekan-rekan BPS Riau. Angka-angka ini menjadi kompas penting bagi Pemerintah Provinsi Riau dalam membaca pergerakan pasar sekaligus mengevaluasi efektivitas kebijakan di lapangan," ungkap Tekad Perbatas saat diwawancarai terkait capaian triwulan kedua ini.
Mantan Kadis Pariwisata Siak menekankan bahwa pencapaian ini merupakan pemantik pariwisata. Khususnya dalam memperkuat komitmen memajukan wisata daerah.
"Letak geografis Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura adalah modal besar yang harus terus kami optimalkan. Sehingga, sektor pariwisata di Riau bisa memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal," katanya.
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi turut menguraikan gerbang masuk para wisman terbagi menjadi dua metode pencatatan. Sebanyak 7.505 wisman datang melalui 4 pintu utama imigrasi, sementara mayoritas sisanya, yakni 24.242 kunjungan, terekam melalui Mobile Positioning Data (MPD) di Kabupaten Bengkalis.
Untuk pintu masuk utama imigrasi, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru masih jadi primadona dengan mengantongi 4.028 kunjungan. Disusul oleh Pelabuhan Dumai (1.647 kunjungan), Pelabuhan Bengkalis (1.143 kunjungan), dan Pelabuhan Tanjung Harapan di Kepulauan Meranti (687 kunjungan).
Menariknya, lonjakan signifikan sebesar 59,44 persen pada pintu masuk utama imigrasi ini tidak terjadi begitu saja. Ada andil besar dari sektor industri strategis di Riau.
"Salah satu faktor yang mendorong kenaikan tersebut adalah kegiatan Turn Around (TO) Pertamina di Kota Dumai yang berlangsung sejak 1 Mei 2026," kata Asep Riyadi.
Jika menilik peta asal negara, Negeri Jiran, Malaysia masih jadi 'Saudara Serumpun' paling setia mendominasi pariwisata Riau. Total 15.940 kunjungan atau separuh lebih dari total wisman (50,21 persen). Di posisi berikutnya, menyusul wisatawan dari Tiongkok (9,46 persen), Filipina (6,05 persen), Singapura (4,00 persen), dan India (3,10 persen).
Namun, kejutan justru datang dari belahan barat. Wisatawan asal Amerika Serikat mencatat lonjakan persentase kenaikan tertinggi dibanding bulan sebelumnya, yaitu melesat 72 persen, diikuti oleh pelancong asal Inggris yang meningkat 59,96 persen.
Sejarah Kesultanan Siak dan Candi Muara Takus di Kampar
Daya tarik Riau bagi para pelancong seolah tak pernah habis. Selain urusan bisnis dan industri, Riau menyimpan kekayaan destinasi populer yang terus memikat wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin mengeksplorasi budaya dan keindahan alam Sumatera.
Bagi pencinta sejarah dan budaya, Kemegahan Istana Siak Sri Indrapura di Siak selalu sukses mencuri perhatian. Istana bersejarah peninggalan Kesultanan Siak ini menyimpan berbagai koleksi kuno yang berharga.
Sementara di Kabupaten Kampar, pesona Candi Muara Takus sebagai situs purbakala bercorak Buddha tertua di Sumatera yang menjadi bukti jejak peradaban masa lalu selalu menarik wisman. Tak jauh dari situ, Kampar juga menawarkan Puncak Kompe hingga Air Terjun Gulamo, sebuah destinasi alam eksotis yang sering kali dijuluki sebagai 'Raja Ampat versi Riau' berkat gugusan pulau hijau di tengah danau yang memanjakan mata.
