Bulog Serap 199 Ribu Ton Gabah dari Petani Aceh, Setara 102 Ribu Ton Beras

Aceh

Bulog Serap 199 Ribu Ton Gabah dari Petani Aceh, Setara 102 Ribu Ton Beras

Agus Setyadi - detikSumut
Rabu, 03 Jun 2026 19:19 WIB
Ilustrasi gabah petani
Ilustrasi gabah petani. (Foto: dok. Istimewa).
Banda Aceh -

Perum Bulog Kanwil Aceh menyerap 199 ribu ton gabah kering panen (GKP) dari petani di seluruh Tanah Rencong hingga Juni 2026. Penyerapan gabah secara nasional mencapai 3 juta ton.

"Hingga awal Juni, realisasi pengadaan gabah dan beras di wilayah Aceh telah mencapai 199.794,34 ton GKP atau 102.363,41 ton setara beras," kata Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanwil Aceh Alhori dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, Bulog Aceh terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani di seluruh wilayah melalui sinergi bersama pemerintah daerah, TNI/Polri, penyuluh pertanian, dan pihak terkait. Penyerapan itu disebut bentuk komitmen dalam mendukung kesejahteraan petani serta menjaga stabilitas pangan daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memastikan hasil panen petani Aceh dapat terserap secara maksimal sesuai HPP (Harga Pembelian Pemerintah) yang telah ditetapkan pemerintah. Langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran Bulog dalam menjaga kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Aceh," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Penyerapan gabah itu disebut berdampak langsung terhadap penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang kini berada pada level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional. Saat ini, stok beras yang dikelola Bulog telah melampaui 5 juta ton sehingga memberikan jaminan ketersediaan pangan yang kuat untuk kebutuhan stabilisasi harga, bantuan pangan, hingga mitigasi potensi bencana dan gejolak pasar.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan, realisasi serapan gabah dan beras petani secara nasional mencapai 3.008.626 ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton pada tahun 2026. Capaian itu disebut mendekati target tahunan yang selama ini menjadi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, dan stabilitas harga pangan nasional.

"Alhamdulillah hingga awal Juni, Bulog telah berhasil menyerap 3 juta ton setara beras. Ini menunjukkan bahwa negara hadir secara nyata untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," jelas Ahmad.

Dia menjelaskan, penyerapan itu membuktikan kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah melalui penetapan HPP sebesar Rp 6.500 perkilogram berjalan efektif dan mampu memberikan kepastian pasar bagi petani di seluruh Indonesia.

"Bulog akan terus berada di garis depan menjaga pangan Indonesia. Keberhasilan serapan sebesar 3 juta ton ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," ujar Ahmad.




(agse/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads