Trump & Keluarga Untung Rp 5,39 Triliun dari Bisnis di Wilayah Timteng

Internasional

Trump & Keluarga Untung Rp 5,39 Triliun dari Bisnis di Wilayah Timteng

Ilyas Fadilah - detikSumut
Sabtu, 04 Jul 2026 23:31 WIB
U.S. President Donald Trump looks on the day he signs an executive order on vehicle repairs in the Oval Office at the White House in Washington, D.C., U.S., June 29, 2026. REUTERS/Aaron Schwartz
Presiden AS, Donald Trump (Foto: REUTERS/Aaron Schwartz)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersama keluarganya meraup sekitar US$ 300 juta atau setara Rp 5,39 triliun (kurs Rp 17.994 per US$) dari berbagai aktivitas bisnis di kawasan Timur Tengah sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang telah dipublikasikan, dana tersebut masuk ke sejumlah entitas usaha yang dimiliki keluarga Trump.

Timur Tengah tercatat sebagai kontributor terbesar terhadap pendapatan luar negeri bisnis keluarga Trump. Pemasukan paling besar berasal dari penjualan separuh kepemilikan saham Trump di perusahaan kripto World Liberty Financial.

Dikutip detikFinance dari Wall Street Journal, Sabtu (4/7/2026), Presiden AS itu memperoleh US$ 263 juta atau sekitar Rp 4,73 triliun dari transaksi tersebut. Kesepakatan itu melibatkan entitas yang didukung oleh Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan, anggota keluarga kerajaan Uni Emirat Arab (UEA) sekaligus saudara Presiden UEA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, sisa pendapatan dari kawasan Teluk berasal dari sektor properti. Pendapatan tersebut diperoleh melalui kerja sama dengan dua pengembang asal Timur Tengah yang membangun sejumlah menara dan lapangan golf bermerek Trump dalam kurun tiga tahun terakhir.

Pendapatan Trump Organization dari perjanjian lisensi di luar negeri juga mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sebelumnya berjanji menghentikan bisnis luar negeri selama masa jabatan pertamanya sebagai presiden, pendapatan dari sektor tersebut tercatat hanya mencapai US$ 9 juta pada 2022 dan US$ 8 juta pada 2023.

ADVERTISEMENT

Namun, nilainya melonjak menjadi US$ 45 juta pada 2024 saat Trump bersiap kembali ke Gedung Putih. Tren kenaikan itu berlanjut pada 2025 dengan pendapatan mencapai US$ 59 juta, didorong oleh pengembangan proyek baru di India, Vietnam, dan Rumania.

Selain transaksi penjualan saham, World Liberty Financial juga memberikan keuntungan besar lainnya. Trump melaporkan memperoleh lebih dari US$ 500 juta dari penjualan token yang berkaitan dengan perusahaan tersebut, meski nilai token itu kemudian mengalami penurunan tajam.

Perusahaan kripto yang berdiri pada 2024 tersebut didirikan oleh keluarga Trump bersama keluarga Witkoff dan sejumlah pelaku industri kripto. Pada awal pendiriannya, Trump dan keluarganya menguasai 75% kepemilikan perusahaan sebelum akhirnya menjual separuh saham tersebut kepada entitas yang didukung Sheikh Tahnoon.

Secara total, pendapatan Trump dari aset kripto sepanjang tahun lalu melampaui US$ 1,4 miliar. Dari jumlah itu, hampir US$ 800 juta berasal dari World Liberty Financial, sedangkan sekitar US$ 635 juta diperoleh melalui penjualan koin meme bermerek Trump.

Di luar sektor kripto, bisnis lapangan golf dan resor juga menunjukkan pertumbuhan positif. Pendapatannya naik sekitar 15% hingga melampaui US$ 500 juta. Resor Mar-a-Lago menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan pendapatan yang hampir dua kali lipat menjadi US$ 77 juta.

Menurut data Chainalysis, lonjakan keuntungan dari penjualan koin meme tersebut terjadi ketika sekitar 764.000 dompet kripto-yang sebagian besar dimiliki investor ritel-justru mengalami kerugian.




(afb/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads