Mobil Toyota Calya yang dikendarai Serda M (44) personel TNI AL bersama istrinya, Y dirampas oleh debt collector di dekat Fly Over Amplas, Jalan Sisingamangaraja Medan. Dua debt collector yang hendak merampas mobil tersebut pun menjadi bulan-bulanan warga.
Kapolsek Patumbak Kompol Daulat Simamora mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin (13/4). Kejadian itu berawal saat pihak leasing hendak melakukan penarikan kepada mobil Calya Silver tahun 2017.
Kemudian, pihak leasing menugaskan J dan S untuk melakukan penarikan itu. Namun, saat hendak melakukan penarikan, dua debt collector mengajak 4 orang lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada empat orang lagi pengikutnya, jadi totalnya sebanyak 6 orang, di surat tugas 2," kata Daulat, Rabu (15/4/2026).
Lalu, pada saat kejadian itu, debt collector ini pun mendeteksi bahwa mobil itu tengah melintas di Jalan Sisingamangaraja. Para debt collector ini pun menuju lokasi dan menghadang mobil tersebut.
Setelah M keluar mobil, J langsung merampas kunci mobil yang dipegang M. Lalu dengan cepat J membawa mobil tersebut. Namun, saat J hendak pergi membawa kabur mobil tersebut, mobil menyerempet istri Serda M yang kebetulan berada di dekat kaca spion mobil. Akibatnya, Y terseret dan mengalami luka-luka.
"Saat J hendak membawa mobil ini, posisinya Y sedang berada di samping kaca spion mobil, sehingga saat mobil melaju kencang, kaca spion mobil terkena korban dan terseret karena terbentur kaca spion, korban mengalami luka-luka," ujarnya.
Y pun berteriak histeris hingga mengundang perhatian warga sekitar. Tak lama, warga pun berdatangan dan mengerumuni lima debt collector lainnya yang masih tertinggal di lokasi.
Namun, belakangan, tiga debt collector pergi melarikan diri menggunakan mobil yang awalnya dibawa mereka. Sementara dua orang lainnya, yakni K dan W tertinggal di lokasi dan menjadi bulan-bulanan warga.
Pihak kepolisian yang menerima laporan kejadian itu langsung menuju lokasi dan membawa kedua debt collector itu ke Polsek Patumbak.
"Tinggal dua orang mereka kan, inilah digebuki massa. Nggak lama datang personel Polsek, dibawa ke kantor," jelasnya.
Setelah kejadian, istri oknum TNI itu pun hendak membuat laporan atas penyeretan yang dialaminya. Namun, laporan itu batal dibuat usai pihak leasing menemui korban dan meminta agar kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak leasing pun memutuskan untuk tidak menarik mobil itu.
"Y tidak jadi buat laporan polisi. Kemarin mereka berencana buat laporan terkait dengan luka-luka karena terseret. Sekarang sudah berdamai, pihak leasing telah membuat pernyataan tidak akan menarik mobil tersebut," jelasnya.
Daulat tidak mengetahui pasti tunggakan mobil itu. Dia menyebut pihaknya belum sempat mendalaminya karena kasus tersebut sudah lebih dulu diselesaikan secara kekeluargaan.
"Kita nggak sampai ke situ, karena langsung berdamai," pungkasnya.
Simak Video "Video: Pembuat Aplikasi Go Matel Ditangkap Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)