Warga Kehilangan Emas Usai Diduga Digeledah Polisi Mau Cabut Laporan

Warga Kehilangan Emas Usai Diduga Digeledah Polisi Mau Cabut Laporan

Finta Rahyuni - detikSumut
Selasa, 12 Mei 2026 23:41 WIB
Ilustrasi jual emas
Ilustrasi emas (Foto: Istimewa)
Medan -

Seorang wanita berinisial KD (31) membuat laporan usai mengaku kehilangan perhiasan emasnya setelah rumahnya digeledah sejumlah orang yang mengaku personel Polda Sumut. Belakangan, KD ingin mencabut laporannya terkait hal tersebut.

"Kemarin itu sebenarnya ada miskomunikasi," kata Kuasa Hukum KD, Ade Rinaldy Tanjung saat dikonfirmasi detikSumut, Selasa (12/5/2026).

Ade mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Polda Sumut. Dia menyebut bahwa sejumlah orang yang datang ke rumah KD itu memang personel Polda Sumut. Namun, setelah pertemuan itu, kliennya memutuskan untuk mencabut laporannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya benar (anggota polisi). Kedua belah pihak sudah komunikasi, rupanya hanya miskomunikasi, laporannya mau dicabut," ujarnya.

Meski begitu, Ade Renaldy enggan menjelaskan miskomunikasi yang dimaksudnya. Dia mengatakan pihaknya akan segera menyampaikannya.

ADVERTISEMENT

"Pokoknya ada miskomunikasi. Nanti kita akan undang media untuk konferensi pers," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, KD mengaku kehilangan perhiasan emasnya usai rumahnya diduga digeledah sejumlah orang yang mengaku-ngaku personel Ditressiber Polda Sumut.

KD pun membuat laporan ke Polsek Patumbak pada 7 Mei 2026. Dalam laporan itu dijelaskan bahwa peristiwa itu terjadi di salah satu bengkel di Dusun 1 Desa Patumbak 1, Kecamatan Patumbak. Korban mengaku kalung emasnya seberat 19,96 gram dan 18,61 gram hilang.

Ahing (45) selaku kepala mekanik di bengkel korban itu mengaku peristiwa itu terjadi di Dusun I, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Senin (13/4) sekira pukul 10.00 WIB.

"Mereka mengaku dari Siber Polda Sumut. Mereka naik mobil berpakaian preman," kata Ahing saat diwawancarai di bengkel itu, Senin (11/5).

Ahing menyebut orang-orang yang mengaku personel Polda Sumut itu menggeledah ruangan bosnya di lantai 2. Lalu, selang beberapa menit orang-orang tersebut turun. Sejumlah orang itu, kata Ahing, ingin mencari suami bosnya, yaitu S terkait dengan judi online.

Kadus 1 Desa Patumbak 1 Supriaman (56) mengatakan awalnya dirinya didatangi oleh sekitar 5 orang yang mengaku dari Polda Sumut. Sejumlah orang tersebut menunjukkan surat tugas kepadanya.

Supriaman mengatakan setelah kasus itu viral, ada personel polisi yang mendatanginya dan membantah bahwa sejumlah orang yang dari itu dari personel Siber, melainkan dari Ditreskrimum.

"Setelah semalam itu, setelah ada berita viral. Polisi yang dari Siber menjumpai saya. Katanya bukan orang itu yang ke situ. Bukan polisi Siber itu, tapi dari krimum," pungkasnya.

Sementara Kabid Humas Polda Sumut, Ferry Walintukan mengatakan apabila memang ada petugas kepolisian yang diduga mengambil barang milik warga, korban dipersilakan untuk melapor ke Propam Polda Sumut.

"Silakan dulu lapor propam, nanti saya tanyakan kepada Propam," kata Ferry, Selasa.

Namun ia membantah narasi yang menyebutkan anggota kepolisian yang melakukan penggeledahan dan diduga mengambil emas milik warga berinisial KD merupakan personel Ditressiber Polda Sumut.

Menurutnya, tidak ada pihak dari Ditressiber Polda Sumut yang melakukan pengambilan barang saat penggeledahan rumah warga. Seluruh personel disebut menjalankan tugas sesuai prosedur operasional standar (SOP).

"Bukan dari anggota Ditressiber. Itu yang ngaku ngaku dari ditressiber itu tidak ada. Informasi dari direktur siber tidak ada," tegasnya.




(fnr/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads