Pria inisial SL (28), warga Desa Parado Wane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), membacok mertuanya AD (58) menggunakan parang karena tidak terima diceraikan istri. Pelaku SL kini diburu polisi.
"Betul, kejadiannya tadi malam," ujar Kapolsek Parado Ipda Ady Darmawan, Selasa (9/6/2026), melansir detikBali.
Ady mengatakan dugaan penganiayaan tersebut melibatkan antara menantu (SL) dan mertua (AD). Berdasarkan keterangan saksi di tempat kejadian perkara (TKP), laki-laki itu dibacok menantunya saat sedang duduk di depan rumah seorang warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban (AD) tiba-tiba dibacok oleh SL saat sedang duduk di rumah warga," imbuhnya.
Akibat penganiayaan tersebut, SL mengalami luka pada lengan dan kaki kiri. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Monta untuk mendapatkan tindakan medis.
"Saat ini korban masih dirawat intensif di Puskesmas Monta," ujar Ady.
Ady menyebut polisi saat ini masih melakukan serangkaian penyelidikan dan memburu SL. Pasalnya, setelah membacok AD lebih dari dua kali, SL berhasil melarikan diri.
"Motif SL menganiaya korban, diduga kuat karena tidak terima diceraikan istrinya yang merupakan anak kandung korban," tandas Ady.
(dhm/dhm)