Polrestabes Medan menangkap dua pelaku sindikat pencurian modus ganjal ATM yang kerap beraksi di Kota Medan. Para pelaku ini sudah beraksi di 14 lokasi.
Adapun kedua pelaku adalah Muammar alias Komeng (40) dan Ilham Syahputra alias IS (34). Keduanya ditangkap di lokasi yang berbeda pada Rabu (3/6/2026) dan Senin (8/6).
"Beraksi di 14 TKP," kata Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan Iptu M Hafizullah saat dikonfirmasi detikSumut, Rabu (10/6).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hafiz memerinci lokasi-lokasi itu, yakni sebanyak 12 lokasi di Kota Medan dan dua lokasi lainnya di Kota Binjai dan Tebing Tinggi.
"D luar kota ada 2 tkp di Binjai sama di Tebing Tinggi," jelasnya.
Perwira pertama Polri itu mengatakan kedua pelaku ini berkenalan sejak berada di lapas. Keduanya merupakan residivis kasus pencurian modus ganjal ATM dan narkoba.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku Komeng menggunakan uang hasil kejahatan itu untuk bermain judi online dan membeli narkoba. Sementara pelaku Ilham menggunakan uangnya untuk menyewa perempuan, bermain judol dan membeli narkoba.
"(Para pelaku) kenalan di penjara, residivis ganjal ATM sama narkoba," sebutnya.
Hafiz mengatakan bahwa para pelaku ini di antaranya beraksi di ATM Jalan Tengku Amir Hamzah, Kecamatan Medan Helvetia. Para pelaku ini biasanya menyasar lansia hingga pensiunan.
"(Sasarannya) lansia, pensiunan. Salah satu korbannya pensiunan," kata Hafiz.
Sebelum melancarkan aksinya, kata Hafiz, para pelaku lebih dulu memantau korbannya. Sebelum beraksi itu, para pelaku memang sudah lebih dulu mengganjal ATM itu menggunakan tusuk gigi.
Lalu, saat korban kesulitan untuk menarik uangnya, pelaku akan masuk ke dalam ATM dengan berpura-pura membantu korban. Pada saat yang bersamaan, pelaku menghafal pin ATM korban dan menukar ATM korban itu dengan kartu ATM yang telah disiapkannya.
"Awalnya pelaku ini ganjal ATM pakai tusuk gigi. Kemudian, pelaku berpura-pura membantu korbannya yang kesulitan untuk memasukkan ATM. Lanjut dia menukar ATM-nya setelah dia lihat pin," sebutnya.
Usai menukar ATM korban, pelaku pergi dan menguras uang di ATM korban. Hafiz menyebut nominal uang yang dikuras pelaku dari ATM para korban itu bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga lebih dari Rp 200 juta.
"Ada yang ratusan juta, di atas Rp 200 juta, ada yang puluhan juta juga," pungkasnya.
Simak Video "Video: Komplotan Pembobol ATM di Cianjur Ditangkap, Gasak 9 Mesin Sepekan"
[Gambas:Video 20detik]
(fnr/mjy)