6 Anggota Ormas Pembunuh Pria di Siantar Marah gegara Harga Tato Mahal

6 Anggota Ormas Pembunuh Pria di Siantar Marah gegara Harga Tato Mahal

Finta Rahyuni - detikSumut
Selasa, 23 Jun 2026 19:40 WIB
Keempat anggota ormas yang baru saja menyerahkan diri. (Foto: dok. Polres Pematangsiantar)
Foto: Keempat anggota ormas yang baru saja menyerahkan diri. (Foto: dok. Polres Pematangsiantar)
Siantar -

Enam anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) IPK salah sasaran dan malah menganiaya pria bernama Jaka Malau (24) hingga tewas di Taman Bunga Pematangsiantar. Para pelaku mengamuk karena merasa harga tato temannya kemahalan.

Peristiwa itu terjadi di Taman Bunga Kota Pematangsiantar, pada 28 Mei 2026 malam. Keenam pelaku adalah Franky Silaen (30), Rohit Panjaitan (24), RWMS (28), PGS (44) RS (52), dan SS (43).

Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Sandi Riz Akbar mengatakan awalnya ada seorang anggota IPK inisial HH yang membuat tato ke saksi MS. Setelah selesai, harga pembuatan tato itu ternyata sebesar Rp 600 ribu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

HH pun tak menduga jika harga pembuatan tato itu sampai sebesar itu. Meski begitu, HH tetap membayarnya.

"Dari keterangan saksi MS selaku pembuat tato, harganya Rp 600 ribu," kata Sandi saat dikonfirmasi detikSumut, Selasa (23/6/2026).

ADVERTISEMENT

Setelah selesai membuat tato, HH bercerita ke pelaku RWMS soal harga tato hingga memicu emosi RWMS. Alhasil, RWMS mendatangi saksi MS di tempat pembuatan tatonya di Taman Bunga itu dan membawanya ke Taman Hewan Pematangsiantar.

Di sana, RWMS terlibat cekcok dengan MS. Di lokasi, ada lima pelaku lainnya.

RWMS meminta agar saksi MS mengembalikan sebagian uang pembuatan tato yang telah diberikan HH. Namun, MS belum bisa mengembalikan uang itu, sehingga MS meminta waktu untuk mengumpulkan uangnya.

"Pihak RWMS tidak terima (soal harga tato) dan langsung mengajak lima pelaku lainnya untuk mendatangi saksi MS di Taman Bunga dan membawanya ke Taman Hewan untuk meminta saksi MS mengembalikan uang tato yang dibayarkan oleh saksi HH yang membuat tato," jelasnya.

Namun, RWMS tidak terima dengan jawaban MS itu. Alhasil, terjadi cekcok antara keduanya.

Setelah itu, para pelaku membawa MS ke stand tatonya di Taman Bunga dengan menggunakan mobil. Setibanya di sana, RWMS turun dari mobil, sedangkan MS dan pelaku lainnya berada di dalam mobil.

Saat turun itu, kata Sandi, pelaku RWMS melihat korban Jaka tengah berada di samping stand tato saksi MS. Karena dalam keadaan emosi, RWMS langsung mengira korban adalah teman saksi MS.

Cekcok antara korban dan pelaku pun terjadi hingga berujung aksi pemukulan. Rekan pelaku yang melihat perkelahian itu pun turun dari mobil dan ikut mengeroyok korban.

"Iya (salah sasaran), karena (korban) duduk dekat stand tato (MS)," sebutnya.

Para pelaku menyerahkan diri secara bertahap. Rincinnya, pelaku RWMS menyerahkan diri ke Polres Pematangsiantar pada Sabtu (20/6), sedangkan 3 pelaku lagi, yakni PGS, RS, dan SS menyerahkan diri pada Senin (22/6). Sebelum keempat pelaku ini, dua pelaku lainnya sudah lebih dulu ditahan.

"Hingga hari ini, telah dilakukan penahanan terhadap seluruh pelaku sebanyak 6 orang. 6 orang ini, pelaku penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan meninggalnya orang," kata Sandi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Diduga Sakit Hati Sering Diganggu, 5 Pria di Bali Keroyok dan Bakar Teman"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads