Seorang remaja bernama Muharam Nasution (14) ditemukan warga tewas di parit di Kabupaten Deli Serdang. Korban ternyata adalah anggota geng motor yang tewas dikeroyok tim lawan usai tawuran.
Tawuran itu terjadi di Jalan Setia, Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Senin (22/6/2026) sekira pukul 03.30 WIB. Tawuran itu melibatkan sejumlah geng motor. Babinsa setempat mengatakan jasad korban ditemukan sekira pukul 05.20 WIB dalam kondisi sudah bersimbah darah.
Berikut detikSumut rangkum 10 fakta terkait kejadian itu:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1.Tawuran Geng Motor
Kasat Reskrim Porlestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis tawuran itu melibatkan Geng Motor Simple Life (SL) yang bergabung dengan Geng Motor SKM dan Towaga. Geng Motor SKM dan Towaga ini masih bagian dari Geng Motor Simple Life. Para kelompok geng motor ini melawan Geng Motor NKB (Nekat Kami Bang).
"SKM dan Towaga ini merupakan rantingnya dari Simple Life ini," kata Adrian saat konferensi pers, Selasa (23/6).
2. Massa Capai Ratusan Orang
Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan Iptu M Hafizullah mengatakan dari hasil interogasi saksi di lokasi, ada sekitar 200 orang dari pihak kelompok Simple Life yang terlibat tawuran di lokasi. Mereka menaiki sekitar 100 sepeda motor dan dua mobil. Sementara dari pihak NKB hanya sekitar 50 orang.
Akibat tidak seimbang, kata Hafiz, pihak NKB pun memutuskan untuk mundur dan kabur dari lokasi kejadian. Namun, saat hendak kabur itu, korban Muharam terjatuh hingga berujung dianiaya para pelaku.
"Sehingga tidak imbang, Geng NKB mundur, tapi korban jatuh," sebutnya.
3. Diperintahkan Ketua Geng
Kapolsek Patumbak Kompol Daulat Simamora mengatakan sebelum bertemu, ketua geng motor dari Simple Life, SKM dan Towaga lebih dulu memerintahkan anggotanya untuk berkumpul di kompleks kuburan etnis Tionghoa, Kecamatan Deli Tua.
"Jadi, mereka ini kalau berkumpul berdasarkan WhatsApp dari ketua kelompok. Selalu titik kumpul mereka adalah di kuburan Cina," kata Daulat saat konferensi pers.
Usai berkumpul, ketiga kelompok ini bergerak menuju Jalan Setia, Desa Marindal, untuk menyerang Geng Motor NKB.
4. Korban Terjatuh
Karena kekurangan anggota, kata Daulat, kelompok NKB pun memutuskan untuk mundur dan pergi dari lokasi. Namun, saat melarikan diri itu, korban Muharam pun terjatuh. Alhasil, ketiga kelompok geng motor itu menghajar korban hingga tewas.
"Oleh tiga kelompok ini melakukan pengeroyokan terhadap yang tertinggal dari kelompok NKB, melakukan pengeroyokan, dipukul dengan senjata tajam, sehingga mengakibatkan kematian," sebutnya.
5. Korban Dikeroyok Hingga Tewas
Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Omrin Siallagan mengatakan korban mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, kata Omrin, luka-luka yang dialami korban di antaranya luka senjata tajam di kepala dan punggung. Selain itu, ditemukan luka robek pada pembuluh darah di jantung korban.
"Berdasarkan pemeriksaan, didapatkan robek pembuluh darah besar jantung. Penyebab kematian adalah luka tusuk pada punggung kanan yang mengenai tulang iga kanan, dan menembus pembuluh darah besar jantung, sehingga menyebabkan mati lemas," ujar Omrin.
6. Polisi Sita Batu Hingga Busur Panah
Omrin menyebut ada sejumlah barang bukti yang diamankan pihaknya dari lokasi kejadian, seperti batu, dua busur panah, dan tiga kayu. Alat-alat ini diduga milik kelompok SL, SKM, Towaga yang digunakan untuk menganiaya korban.
Namun, sejauh ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi lengkapnya. Informasi yang diterima pihaknya sejauh ini, yang menjadi korban tawuran itu hanya korban Muharam.
"(Korban saat ditemukan) untuk tertancap (sajam) itu negatif, tapi ada kayu di lehernya ini, kayu yang segitiga," sebutnya.
7. 6 Pelaku Ditangkap
Sejauh ini, sudah ada enam pelaku yang ditangkap petugas kepolisian. Para pelaku kini ditahan di Polsek Patumbak
Adapun keenam pelaku, yakni FT (17), MOH (17), RDS (17), IL (18), RY (19), dan GR (21).
"Jadi, kita telah berhasil mengamankan enam orang pelaku. Di mana pelakunya ini rata-rata anak. Ada juga dua orang yang sudah dewasa," kata Adrian.
8. Korban Dilempar Batu Hingga Ditendang
Omrin mengatakan bahwa baik korban atau para pelaku yang diamankan itu hanyalah anggota dari geng motor tersebut, bukan ketua. Dalam kasus ini, para pelaku memiliki peran yang berbeda-beda.
Pelaku MOH berperan melempar batu sebanyak 2 kali, pelaku FT melempar batu serta menyerang, pelaku GR menendang korban sebanyak 2 kali, IL menebas parang ke punggung korban sebanyak 2 kali.
Lalu, pelaku RDS ikut menyerang dan melempar batu, sementara pelaku RY juga ikut melempar batu.
"Untuk ketuanya belum kita ungkap," pungkasnya.
9. Adu Kekuatan
AKBP Adrian mengatakan bahwa para pelaku ini melakukan tawuran untuk adu kekuatan.
"Mereka ini adalah big match, dia ini menentukan kelompok manalah yang paling kuat seperti itu. Motifnya untuk menunjukkan dominasi antar geng motor ini tadi," kata Adrian.
10. Selidiki Pelaku Lain
Kompol Daulat mengatakan pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam kasus kematian korban ini.
"Kemungkinan akan bertambah (pelakunya). Mudah-mudahan dalam pengembangan nanti bisa bertambah," sebutnya.
(fnr/nkm)
