Polisi Ungkap Motif Pemburu Babi Bunuh Istri Pakai Martil di Simalungun

Polisi Ungkap Motif Pemburu Babi Bunuh Istri Pakai Martil di Simalungun

Finta Rahyuni - detikSumut
Rabu, 01 Jul 2026 10:20 WIB
Ilustrasi Garis Polisi
Foto: Ilustrasi. (Ari Saputra/BeritaKlik)
Simalungun -

Seorang pria yang bekerja sebagai pemburu babi hutan, Erikson Simanjuntak (42) ditangkap usai membunuh istrinya, Norma Tinambunan (34) di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Cekcok keduanya berawal dari motor pelaku yang rusak.

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Wisnugraha Paramaartha mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, peristiwa itu diduga dipicu persoalan pribadi antara korban dan pelaku. Wisnu mengatakan bahwa selama 5 bulan bekerja sebagai pemburu babi hutan di Aceh, pelaku selalu mengirimkan uang hasil penjualan babi hutan itu ke korban.

Lalu, sebelum kejadian itu, pelaku yang masih berada di Aceh menghubungi istrinya dan mengatakan bahwa motor yang biasa dipakainya bekerja itu rusak. Pelaku pun meminta sejumlah uang ke korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sepeda motor yang digunakan pelaku untuk bekerja di Aceh mengalami kerusakan sehingga pelaku menghubungi korban, meminta sejumlah uang untuk perbaikan sepeda motor tersebut," kata Wisnu, Rabu (1/7/2026).

Namun, kata Wisnu, korban tidak mau memberikan uang dan meminta pelaku untuk tidak perlu memperbaiki motor itu. Akibat tidak diberikan, pelaku pun menghubungi sepupunya untuk meminjam uang perbaikan motor itu.

ADVERTISEMENT

Sepupu pelaku pun mengaku bersedia memberikan uang itu. Namun, pelaku harus lebih meminta persetujuan korban. Alhasil, pelaku kembali menghubungi korban dan menceritakan soal sepupunya yang akan meminjamkan uang kepadanya.

"Namun, korban tetap tidak setuju," jelasnya.

Lalu, pada hai kejadian itu, pelaku tiba-tiba pulang dari Aceh ke rumah mereka tanpa memberitahu korban. Saat itu, pelaku juga membawa kue sebagai oleh-oleh.

Setibanya di rumah, kata Wisnu, pelaku bertemu dengan anaknya yang saat itu tengah berada di ruang tamu, sedangkan korban berada di dalam kamar.

Melihat suaminya datang, korban menyuruh anak-anaknya untuk tidak memakan kue yang dibawa pelaku. Pelaku pun merasa tersinggung.

Sontak pelaku menyampaikan soal kecurigaannya kalau korban menjalani hubungan dengan pria lain. Tak berapa lama, ada dua laki-laki yang datang ke rumah itu untuk mengajak korban jalan-jalan.

Melihat itu, pelaku semakin emosi. Pelaku lalu menuju dapur untuk mengambil pisau dan menusukkannya ke arah rusuk korban.

"Namun, karena korban memakai baju berlapis, sehingga pisau tersebut patah. Pelaku kembali ke dapur, melihat ada martil, kemudian memukul kepala korban sebanyak 6 kali menggunakan martil tersebut," pungkasnya.

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan peristiwa itu terjadi di rumah kontrakan yang ditempati korban di di Jalan Haranggaol, Nagori Purba Sipinggan, Kecamatan Purba, Senin (29/6). Verry menyebut pelaku selama lima bulan terakhir bekerja sebagai pemburu babi hutan di Provinsi Aceh.

Verry menyebut informasi kejadian itu diterima pihaknya dari warga. Usai menerima laporan tersebut, pihak kepolisian menuju lokasi

Setibanya di sana, korban ternyata telah dibawa warga ke ke Puskesmas Tigarunggu. Namun, pihak puskesmas meminta agar korban segera dirujuk Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar karena kondisinya sudah kritis.

Korban pun dilarikan ke RS Vita Insani Pematangsiantar. Namun, nahas, nyawa korban tidak tertolong.

"Namun, pada pukul 14.30 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tersebut. Atas kejadian itu, pihak keluarga merasa keberatan dan meminta proses hukum berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan," ujarnya.

Pihak kepolisian mencari suami korban dan menemukannya tengah berada di rumah kontrakan itu. Petugas kepolisian pun langsung mengamankannya dan membawanya ke kantor polisi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Pria Ini Peragakan Skenario Dikarungi Rampok, Padahal Bunuh Istrinya"
[Gambas:Video 20detik]
(fnr/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads