Bagi para penggemar hewan dan wisata berbasis pembelajaran, Rahmat International Wildlife Museum & Gallery yang populer dengan nama Gallery Rahmat Medan menjadi salah satu tujuan menarik dengan pengalaman yang tak biasa.
Terletak di Jalan S. Parman No. 309, Petisah Hulu, Medan Baru, museum ini menampilkan ribuan koleksi satwa dari berbagai penjuru dunia yang dapat dinikmati dalam satu lokasi. Didirikan oleh konservasionis sekaligus kolektor satwa, Dr. H. Rahmat Shah, tempat ini menyimpan lebih dari 2.000 jenis satwa dengan ribuan spesimen yang diawetkan secara profesional.
"Kami mendirikan museum ini sebagai sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga serta melestarikan satwa liar. Dengan menyaksikan langsung keanekaragaman fauna dunia, kami berharap tumbuh rasa kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan,"ujar pendiri Gallery Rahmat Medan, Rahmat Shah, Rabu (11/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, seluruh koleksi diperoleh melalui prosedur resmi dan mengikuti ketentuan internasional. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan alam dan satwa liar.
Koleksinya meliputi mamalia besar dari Afrika seperti singa, zebra, dan jerapah, serta satwa khas dari Asia, Eropa, hingga Amerika. Selain itu, tersedia pula beragam burung eksotis, reptil, dan serangga langka dari berbagai negara.
Di sisi lain, salah seorang pengunjung, Dina Siregar, warga Medan yang datang bersama keluarganya, mengungkapkan kekagumannya terhadap kelengkapan koleksi museum tersebut.
"Anak-anak bisa belajar mengenal satwa dari berbagai negara. Tempatnya tertata rapi, informasinya jelas, dan sangat cocok untuk wisata edukasi bersama keluarga," tuturnya.
Setiap koleksi dipresentasikan dalam bentuk yang dibuat menyerupai habitat aslinya. Konsep ini menghadirkan suasana seolah-olah pengunjung berada di sabana Afrika, hutan hujan tropis, maupun wilayah pegunungan bersalju. Penataan yang detail dilengkapi keterangan mengenai nama ilmiah, asal habitat, serta status konservasi masing-masing spesies.
Tak sekadar destinasi wisata, Gallery Rahmat juga berperan sebagai pusat pembelajaran tentang pentingnya perlindungan satwa liar. Museum ini sering menjadi lokasi kunjungan pelajar dan mahasiswa untuk mempelajari keanekaragaman hayati dunia serta ancaman kepunahan yang dihadapi sejumlah spesies.
Dengan tata ruang yang nyaman dan koleksi yang komprehensif, Gallery Rahmat Medan bukan hanya tempat rekreasi keluarga, tetapi juga media edukasi yang inspiratif. Menelusuri koleksi satwa dari berbagai belahan dunia di sini memberikan pengalaman istimewa, layaknya menjelajahi flora dan fauna secara global tanpa harus bepergian ke banyak negara.
Artikel ini ditulis Olivia Andrea, peserta program Maganghub Kemnaker di BeritaKlik.
(afb/afb)