detikJabarJumat, 23 Mei 2025 05:30 WIB
Belajar di Barak TNI, Siswa Purwakarta Janji Tak 'Nakal' Lagi
Dua siswa yang menjalani pendidikan karakter di barak TNI, pulang dengan banyak pelajaran berharga dan perubahan positif dalam disiplin dan ibadah.
detikJabarJumat, 23 Mei 2025 05:30 WIB
Dua siswa yang menjalani pendidikan karakter di barak TNI, pulang dengan banyak pelajaran berharga dan perubahan positif dalam disiplin dan ibadah.
detikJabarSelasa, 20 Mei 2025 15:45 WIB
Ratusan siswa selesai mengikuti program Gapura Panca Waluya. Namun, biaya Rp3,2 miliar untuk 273 siswa menuai kritik dari DPRD Jabar.
detikEduRabu, 07 Mei 2025 18:30 WIB
Gubernur Jawa Barat pendidikan karakter ke depannya tak hanya menyasar siswa dan remaja, tapi juga orang dewasa. Begini konsepnya.
detikJabarRabu, 07 Mei 2025 14:45 WIB
Fraksi PPP DPRD Jabar soroti program pendidikan karakter di markas TNI. Mereka menuntut transparansi anggaran dan regulasi sebelum pelaksanaan.
detikJabarRabu, 07 Mei 2025 11:13 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meluncurkan program pendidikan karakter untuk siswa nakal di barak TNI. Program ini bertujuan mengubah perilaku negatif siswa.
detikJabarSelasa, 06 Mei 2025 14:47 WIB
Program pendidikan karakter Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menuai kritik DPRD. Anggaran Rp6 miliar untuk 2.000 siswa dianggap tidak melibatkan DPRD.
detikJabarSelasa, 06 Mei 2025 14:30 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi kirim siswa nakal ke barak TNI untuk pendidikan karakter. Kebijakan ini menuai pro dan kontra, perlu melibatkan banyak pihak.
detikJabarMinggu, 04 Mei 2025 14:01 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi kirim siswa nakal ke barak TNI untuk pendidikan karakter. Ini daftar 'kenakalan' yang bisa buat siswa dikirim ke barak militer.
detikJabarJumat, 02 Mei 2025 14:39 WIB
Gubernur Dedi Mulyadi mengirim anak bermasalah ke barak militer untuk pendidikan karakter. Komnas PA soroti perlunya kajian mendalam dan hak anak.
detikSumutRabu, 30 Apr 2025 09:50 WIB
Gubernur Jabar wacanakan kirim siswa bermasalah ke barak TNI untuk pendidikan karakter. Kritikan muncul, menyebut pendekatan militeristik kurang tepat.