detikSulselSenin, 04 Mei 2026 12:00 WIB
Semen Padang Susul PSBS Biak Degradasi dari Super League
Semen Padang resmi terdegradasi dari Super League 2025/2026 setelah kalah 0-1 dari Dewa United. Pelatih Imran tetap optimis meski tim terpuruk.
detikSulselSenin, 04 Mei 2026 12:00 WIB
Semen Padang resmi terdegradasi dari Super League 2025/2026 setelah kalah 0-1 dari Dewa United. Pelatih Imran tetap optimis meski tim terpuruk.
detikKalimantanSabtu, 25 Apr 2026 10:49 WIB
Semen Padang FC bakal tampil tanpa sejumlah pemain saat bertandang ke markas Borneo FC malam ini. Pelatih Imran tak mau hal ini dijadikan alasan.
detikSumutKamis, 05 Mar 2026 23:50 WIB
Semen Padang FC resmi memperkenalkan Imran Nahumarury sebagai pelatih baru setelah pemecatan Dejan Antonic. Imran siap memimpin tim di laga berikutnya.
detikJatimSelasa, 11 Nov 2025 07:36 WIB
Persela Lamongan resmi menunjuk Imran Nahumarury sebagai pelatih kepala baru. Ia diharapkan dapat meningkatkan daya saing tim di Championship League 2025/2026.
detikSulselKamis, 24 Jul 2025 14:56 WIB
Malut United umumkan staf pelatih untuk Super League 2025/2026. Hendri Susilo jadi pelatih kepala, menggantikan Imran Nahumarury. Lihat daftar lengkapnya!
detikSulselKamis, 26 Jun 2025 08:30 WIB
Malut United FC memecat Imran Nahumarury sebagai pelatih dan Yeyen Tumena dari kursi direktur teknik. Manajemen membongkar dugaan pelanggaran keduanya.
SepakbolaRabu, 25 Jun 2025 16:45 WIB
Malut United menerima permintaan maaf dari Imran Nahumarury dalam skandal terkini. Sementara Yeyen Tumena berpotensi akan diproses ke jalur hukum.
detikSulselSelasa, 24 Jun 2025 19:09 WIB
Malut United FC memecat pelatih Imran Nahumarury dan direktur teknik Yeyen Tumena karena dugaan praktik mafia. Manajemen siap bawa kasus ini ke jalur hukum.
detikSulselSelasa, 17 Jun 2025 10:30 WIB
Manajemen Malut United FC memecat pelatih Imran Nahumarury dan Direktur Teknik Yeyen Tumena karena pelanggaran berat yang bertentangan dengan prinsip klub.
SepakbolaSenin, 16 Jun 2025 22:01 WIB
Malut United memecat Imran Nahumarury sebagai pelatih dan Yeyen Tumena dari jabatan direktur teknik. Keduanya dianggap melakukan pelanggaran berat.