detikNewsSenin, 06 Feb 2023 12:24 WIB
KontraS Minta Rekrutmen Hakim Ad Hoc Pengadilan HAM Diulang!
KontraS tidak terima dengan hasil rekrutmen itu. Mereka meminta proses seleksi diulang karena calon-calon terpilih dinilai tidak kompeten soal HAM.
detikNewsSenin, 06 Feb 2023 12:24 WIB
KontraS tidak terima dengan hasil rekrutmen itu. Mereka meminta proses seleksi diulang karena calon-calon terpilih dinilai tidak kompeten soal HAM.
detikNewsSenin, 12 Des 2022 21:23 WIB
Yasonna juga mengaku tak tahu langkah selanjutnya jaksa atas vonis bebas tersebut. Dia menuturkan Isak Sattu telah dilepaskan dari segala tuntutan hukum.
detikNewsJumat, 09 Des 2022 09:42 WIB
Kejagung akan mengajukan kasasi terhadap vonis bebas purnawirawan TNI Isak Sattu dalam kasus pelanggaran HAM berat di Kabupaten Paniai, Papua Tengah.
detikSulselKamis, 08 Des 2022 17:04 WIB
Terdakwa kasus pelanggaran HAM berat Paniai, Papua Tengah divonis bebas di PN Makassar. Hakim menilai dakwaan jaksa tak tepat.
detikSulselSenin, 14 Nov 2022 18:28 WIB
Eks perwira Kodim Paniai Mayor Infanteri Purnawirawan Isak Sattu dituntut 10 tahun bui oleh Jaksa Penuntut Umum terkait kasus pelanggaran HAM berat di Paniai.
detikSulselKamis, 06 Okt 2022 09:22 WIB
Sidang kasus pelanggaran HAM berat di Paniai, Papua kembali bergulir hari ini. Mantan Kapolres Paniai dan mantan Wakapolres Paniai dihadirkan sebagai saksi.
detikSulselKamis, 22 Sep 2022 07:40 WIB
Terdakwa kasus pelanggaran HAM berat di Paniai, Papua, Mayor Infanteri Purnawirawan Isak Sattu tak ditahan usai sidang perdana. Terdakwa diminta kooperatif.
detikSulselKamis, 22 Sep 2022 07:30 WIB
Sidang perdana dugaan pelanggaran HAM berat Paniai telah digelar. Amnesty International Indonesia menilai dugaan keterlibatan pelaku lain masih tanda tanya.
detikSulselKamis, 22 Sep 2022 06:30 WIB
Mayor Infanteri Purnawirawan Isak Sattu didakwa melanggar HAM berat di Paniai, Papua. Eks perwira TNI AD itu juga ditegur hakim usai terburu-buru membela diri.
detikSulselKamis, 22 Sep 2022 05:45 WIB
Mayor Infanteri Purnawirawan Isak Sattu didakwa pasal berlapis terkait pelanggaran HAM berat Paniai, Papua. Eks perwira TNI AD itu terancam pidana 20 tahun bui.