detikBali

Kisah Aurel dari Mataram Tembus Kedokteran UGM SNBP 2026, Apa Rahasianya?

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kisah Aurel dari Mataram Tembus Kedokteran UGM SNBP 2026, Apa Rahasianya?


Nathea Citra - detikBali

Putu Aurellia Maheswari Sandi, jadi salah satu siswa dari SMAN 1 Mataram yang berhasil lolos SNBP Kedokteran UGM. (Dokumen Aurellia)
Foto: Putu Aurellia Maheswari Sandi, jadi salah satu siswa dari SMAN 1 Mataram yang berhasil lolos SNBP Kedokteran UGM. (Dokumen Aurellia)
Mataram -

Tahun 2026 menjadi momen penting bagi Putu Aurellia Maheswari Sandi, yang akrab disapa Aurel. Ia berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dan diterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada program studi (prodi) Kedokteran.

Terlebih, Prodi Kedokteran UGM menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia versi Quacquarelli Symonds (QS) melalui QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026 yang dirilis pada 25 Maret 2026.

Hasil tersebut merupakan buah dari konsistensi belajar selama sekitar 2,5 tahun. Aurel mengandalkan nilai rapor dan berbagai prestasi untuk memperkuat peluangnya di jalur SNBP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari awal aku maksimal banget biar bisa dapatkan nilai yang terbaik di semua mata pelajaran. Aku harus konsisten sampai akhir semester 5. Buat membantu itu semua, aku juga ikut bimbel dan les privat di rumah. Sembari itu, aku juga berusaha ikut lomba untuk menambah portofolio di SNBP ini," kata siswi SMAN 1 Mataram itu saat diwawancarai detikBali, Minggu (5/4/2026).

Di balik keberhasilannya, Aurel mengaku sempat mengalami kegagalan saat mengikuti Olimpiade Nasional Kota (OSK) di kelas 11 akibat kendala teknis pada hari pelaksanaan. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berprestasi.

ADVERTISEMENT

"Saat kelas 11, aku sempat gagal di OSK, karena saat hari H pelaksanaannya servernya down," ucapnya.

Semangat Aurel untuk tembus di kampus-kampus top di Indonesia berbuah manis. Sebab, nilai rapornya dari semester 1-5 terbilang memuaskan.

"Rata-rata nilai rapor semester 1-5 95,3. Untuk jam belajar, fleksibel saja, tapi tetap membagi waktu untuk belajar dengan kesibukan (lain). Aku juga pernah belajar di tengah gladi konser," tutur remaja asal Kota Mataram tersebut.

Kecintaan dengan Yogyakarta

Ketertarikan Aurel terhadap Yogyakarta juga menjadi salah satu alasan utama memilih UGM. Sejak kecil, ia sudah mengenal kampus tersebut dan terus mencari tahu hingga akhirnya menjadikannya sebagai pilihan utama.

"Dulu pas aku SD (sekolah dasar), aku pernah dapat soal pengetahuan umum, dan kebetulan ditanya soal UGM itu dimana, waktu itu aku nggak tahu letaknya dimana. Papaku bilang UGM ada di Jogja, nah sejak itu aku cari tahu tentang UGM," ujarnya.

Saat proses SNBP, Aurel sempat bimbang mempertimbangkan dua kampus, yakni Universitas Indonesia (UI) dan UGM. Setelah berdiskusi dengan orang tua, ia mantap memilih UGM.

"Setelah berdiskusi dan ada pertimbangan dari orang tua jadinya aku memutuskan di UGM. Akhirnya aku pilih UGM, selain karena kampusnya yang keren, Malioboro selalu bikin ngangenin. Jadinya memutuskan memilih di Jogja, bisa sekalian reuni sama teman-teman purna Gita Bahana Nusantara 2024 juga," tutur anak sulung dari dua saudara kembar tersebut.

Menjelang pengumuman SNBP, Aurel mengaku sempat diliputi rasa cemas hingga kehilangan nafsu makan. Ia bersama keluarga menunggu hasil dengan penuh harap dan doa.

"Pas cek website, aku bareng mama dan kembaranku, dari awal aku sudah berserah pada Tuhan apapun hasilnya. Deg-degan sih, tapi ternyata pas ngeliat hasilnya berwarna biru. Aku, mama, dan kembaranku langsung happy banget. Kami sampai teriak-teriak dan nangis terharu. Habis itu aku berdoa ke Tuhan karena aku tahu ini nggak mungkin bisa terjadi tanpa kehendak Beliau," tandasnya.

Tips Jitu Lulus SNBP

Aurel turut memberikan beberapa tips jitu untuk lulus SNBP. Antara lain mencari tahu terlebih dahulu nilai rata-rata rapor untuk program studi (prodi) dan kampus yang akan diincar. Kemudian genjot 5 mata pelajaran pendukung untuk prodi yang dituju, sembari menyesuaikan dengan hasil TKA.

"Pastikan pilihan TKA juga selaras dengan prodi, indeks sekolah, serta menyiapkan 3 sertifikat terbaik. Dan tidak lupa juga, cari tahu alumni yang telah diterima di prodi yang kita tuju," sebutnya.

Aurel sendiri telah menorehkan sejumlah prestasi, di antaranya medali perak Olimpiade Sains Akademik Indonesia tingkat nasional, semifinalis kompetisi Medspin Unair, terlibat dalam orkestra Gita Bahana Nusantara, dan meraih juara tiga lomba musikalisasi puisi tingkat Provinsi NTB.




(nor/nor)










Hide Ads