Prestasi membanggakan ditorehkan siswa SMA Negeri 1 Denpasar. Sebanyak 56 siswa berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 ke perguruan tinggi negeri dari total 208 pendaftar. Tiga siswa di antaranya bahkan menembus kampus bergengsi, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
"Satu siswa lolos ke ITB pada Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan. Sementara dua siswa lainnya diterima di UGM, masing-masing di program studi Kedokteran dan Teknik Biomedis," ujar Rida kepada detikBali, Kamis (9/4/2026).
Rida merinci, secara keseluruhan siswa SMA Negeri 1 Denpasar yang berhasil lolos SNBP 2026 paling banyak diterima di Universitas Udayana sebanyak 43 siswa. Disusul Universitas Pendidikan Ganesha sebanyak 4 siswa, Politeknik Negeri Bali sebanyak 4 siswa, Universitas Gadjah Mada 2 siswa, Institut Teknologi Bandung 1 siswa, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali 1 siswa, dan terakhir Institut Pertanian Bogor 1 siswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, jika dilihat dari program studi yang dipilih, jurusan kedokteran, teknik, dan manajemen masih menjadi favorit di kalangan siswa. Untuk Fakultas Kedokteran, terdapat lima siswa yang lolos SNBP di Universitas Udayana serta tiga siswa di Universitas Pendidikan Ganesha.
Rida menjelaskan, pola seleksi SNBP tahun ini mengalami perubahan dibandingkan sebelumnya dengan penambahan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam proses seleksi. Ia menyebut, SNBP yang sebelumnya dikenal sebagai SNMPTN hanya menggunakan nilai rapor serta prestasi akademik dan nonakademik sebagai pertimbangan seleksi, kini dilengkapi dengan nilai TKA.
Menurut Rida, jika Tes Potensi Skolastik (TPS) lebih menekankan kemampuan penalaran umum, TKA justru mengukur penguasaan materi yang lebih spesifik sesuai jurusan yang dipilih.
"Kalau dulu siswa lebih fokus ke kemampuan logika, sekarang mereka juga benar-benar menguasai materi pelajaran sesuai bidangnya. Ini membuat beban belajar mereka bertambah," ujar Rida.
Hal ini menuntut siswa SMA untuk mampu membagi fokus dalam memahami konsep secara mendalam sekaligus menjaga nilai akademik di sekolah.
"Nilai rapor tetap menjadi kunci utama. Selain itu, jenjang prestasi juga sangat berpengaruh. Semakin tinggi level prestasi siswa, peluang untuk lolos juga semakin besar," imbuhnya.
Ke depan, ia menilai persaingan akan semakin ketat. Ia berpesan, para siswa tidak hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga aktif mengikuti berbagai kompetisi hingga tingkat internasional.
"Persaingan sekarang semakin tinggi, jadi siswa harus benar-benar mempersiapkan diri. Baik dari sisi akademik maupun prestasi," tandasnya.
(dpw/dpw)










































