Siswa SMA Negeri 1 Denpasar (Smansa), Anak Agung Gde Anom Putra Asmara, menciptakan inovasi pangan cair bernama DisvaFit. DisvaFit bermanfaat untuk membantu pasien pasca stroke yang mengalami kesulitan menelan.
Disfagia orofaringeal merupakan gangguan kesulitan menelan dan mengunyah akibat masalahnya saraf, seperti stroke. Kondisi ini membuat pasien kerap mengalami penurunan nafsu makan sehingga berisiko mengalami malnutrisi hingga aspirasi, terutama pada kelompok lansia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berangkat dari permasalahan ini, Gung Anom melihat masih terbatasnya pilihan makanan bernutrisi lengkap yang mudah dikonsumsi pasien penderita disfagia orofaringeal. Kemudian ia mengembangkan DisvaFit dalam bentuk bubuk yang dapat dilarutkan menjadi makanan cair.
"Inovasi ini berangkat dari keresahan saya melihat masih terbatasnya pilihan makanan bernutrisi lengkap bagi pasien disfagia. Saya ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya mudah dikonsumsi, tetapi juga membantu pemulihan pasien," ujar Gung Anom kepada detikBali, Rabu (22/4/2026).
Inovasi ini berhasil meraih sejumlah prestasi. Di antaranya Juara 1 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) Biologi di Universitas Negeri Surabaya pada Oktober 2024 sekaligus membawa pulang piala bergilir Gubernur Jawa Timur.
Tidak berhenti di tingkat nasional, Gung Anom bersama timnya lanjut pada perlombaan di tingkat internasional. Pada ajang ini mereka meraih medali emas dalam ajang Karya Tulis Ilmiah Internasional yang diprakarsai oleh IYSA (Indonesian Young Scientist Association) bertempat di Fakultas MIPA UGM dalam kategori Functional Food pada Desember 2025.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan DisvaFit agar bisa benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat luas, khususnya pasien pasca stroke," kata Gung Anom.
Terbaru, pada 1 April 2026 karya Gung Anom dan tim telah mengantongi sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Sertifikat HAKI ini diberikan pada kegiatan yang digelar BRIDA Bali di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, sebagai bentuk apresiasi atas inovasi di bidang kesehatan yang dikembangkan oleh pelajar.
(nor/nor)










































