detikBali
detikBali-Nusra Awards 2026

Sukses Pangkas Stunting, Klungkung Raih Penghargaan detikBali-Nusra Awards 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026
detikBali-Nusra Awards 2026

Sukses Pangkas Stunting, Klungkung Raih Penghargaan detikBali-Nusra Awards 2026


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Pemkab Klungkung meraih Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji Kategori Transformasi Layanan Kesehatan dalam Penanganan Stunting pada ajang detikBali-Nusra Awards 2026. (Foto: Firizqi Irwan/detikBali)
Pemkab Klungkung meraih Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji Kategori Transformasi Layanan Kesehatan dalam Penanganan Stunting pada ajang detikBali-Nusra Awards 2026. (Foto: Firizqi Irwan/detikBali)
Denpasar -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung meraih Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji Kategori Transformasi Layanan Kesehatan dalam Penanganan Stunting pada ajang detikBali-Nusra Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Klungkung menekan angka prevalensi stunting hingga menjadi yang terendah di Indonesia.

Penghargaan ini diterima oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Klungkung, I Ketut Budiartha, mewakili Bupati Klungkung I Made Satria dalam acara yang digelar di Trans Resort Bali, Jumat (3/7/2026).

Pemkab Klungkung dinilai berhasil menghadirkan transformasi layanan kesehatan yang berdampak nyata terhadap percepatan penurunan stunting. Berbagai program yang dijalankan secara terintegrasi mampu mendorong perbaikan kualitas kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keberhasilan tersebut tercermin dari capaian prevalensi stunting yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang dirilis Kementerian Kesehatan pada 2024, Klungkung mencatat prevalensi stunting sebesar 5,1 persen atau terendah di Indonesia. Atas capaian itu, Pemkab Klungkung menerima insentif fiskal dari pemerintah pusat senilai Rp 5,6 miliar.

ADVERTISEMENT

Tren penurunan stunting di Kabupaten Klungkung telah berlangsung sejak 2021. Saat itu, prevalensi stunting masih berada di angka 19,4 persen. Angka tersebut kemudian turun menjadi 7,7 persen pada 2022 dan kembali menurun menjadi 4,9 persen pada 2023. Pada 2024, prevalensi stunting tercatat sebesar 5,1 persen, lalu kembali turun menjadi 3,21 persen pada 2025.

Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, prevalensi stunting di Klungkung kembali menurun menjadi 3,15 persen. Pemkab Klungkung bahkan menargetkan prevalensi stunting dapat mencapai nol persen pada 2030.

Capaian tersebut tidak lepas dari berbagai inovasi yang dijalankan Pemkab Klungkung dalam penanganan stunting. Salah satunya melalui program Kami Siap Nikah (Kasi Nikah) yang memberikan pendampingan kesehatan dan tambahan asupan gizi bagi remaja putri maupun calon pengantin.

Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan calon ibu sejak sebelum kehamilan. Dengan kondisi kesehatan yang baik, diharapkan ibu dapat melahirkan bayi yang sehat dan terhindar dari risiko stunting.

Selain itu, Pemkab Klungkung juga memperkuat layanan kesehatan melalui peningkatan kunjungan posyandu bagi ibu hamil dan balita. Berbagai intervensi lain turut dilakukan, termasuk pembagian bibit ayam petelur kepada keluarga dengan balita stunting dan lanjut usia untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Dari sisi tata kelola, Pemkab Klungkung membentuk tim percepatan penurunan stunting mulai tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, dan lurah yang tergabung dalam tim tersebut didorong menjalankan rencana aksi sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

Pemerintah desa juga diarahkan untuk meningkatkan alokasi anggaran dalam APBDes guna mendukung program percepatan penurunan stunting. Langkah kolaboratif tersebut menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Klungkung menekan angka stunting secara signifikan.

detikBali-Nusra Awards 2026

detikBali-Nusra Awards 2026 merupakan ajang apresiasi yang digelar detikBali untuk memberikan penghargaan kepada tokoh, institusi, komunitas, hingga pelaku usaha yang dinilai inovatif dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Bali dan kawasan Nusa Tenggara.

Penghargaan tersebut diberikan kepada berbagai pihak yang dinilai berhasil mendorong pembangunan, pertumbuhan ekonomi, serta penguatan sosial di daerah melalui program dan inovasi yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Pada penyelenggaraan tahun ini, detikBali-Nusra Awards 2026 menghadirkan enam kategori penghargaan, yakni Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji, Anugerah Program Ekonomi Terpuji, Anugerah Program Bisnis Terpuji, Anugerah Figur Akselerator Kemajuan, Anugerah Komunitas Penggerak Terdepan, serta Anugerah Adiluhung.

Melalui penghargaan tersebut, detikBali berharap dapat mendorong lahirnya lebih banyak inovasi dan kolaborasi yang berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di Bali dan Nusa Tenggara.




(dpw/dpw)










Hide Ads