Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko mengungkapkan dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Icha sempat menolak saat ditawari untuk mendapat terapi psikologis dari Polda NTT. dr Icha meninggal setelah diduga depresi akibat diintimidasi oleh anggota DPRD Timor Tengah Selatan (TTS).
"Sangat disayangkan karena almarhumah menolak dengan jawaban karena sudah ditangani oleh psikiater," ujar Rudi diwawancarai seusai acara pemberian penghargaan rekor muri di Mapolda NTT, Sabtu (4/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudi menjelaskan terapi psikologis itu sudah direncanakan setelah pihaknya menerima laporan. Kemudian memerintahkan ahli terapis Polda NTT untuk membantu menetralkan depresi yang dialaminya. Namun, dr Icha menolak.
"Padahal andaikata kalau almarhumah berkenan saja bisa kami bantu dan mungkin beda ceritanya, tetapi mungkin sudah jalannya almarhumah," jelas Rudi.
Diberitakan sebelumnya, dr Icha di Kabupaten Kefamenanu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia, sekitar pukul 18.30 Wita, Jumat (26/6/2026). Diduga, Icha meninggal dunia karena depresi setelah diintimidasi dua anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
"Selamat malam rekan-rekan media pukul 18.30 sore ini saya mendapat kabar dari Bapak Gabriel Pakaenoni (ayah korban) dari Kupang, kalau dokter Icha, telah berpulang ke rumah bapa di surga," ungkap paman korban, Victor Manbait, dalam pesan WhatsApp yang diterima detikBali, Jumat malam.
(nor/nor)

