detikBali

Jembrana Terima 3.940 Dosis Vaksin LSD, Prioritas untuk Daerah Tertular

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Jembrana Terima 3.940 Dosis Vaksin LSD, Prioritas untuk Daerah Tertular


Sui Suadnyana, Adi Budiastrawan - detikBali

Vaksinasi LSD di Kecamatan Negara, Jembrana, Rabu (28/1/2026). (Dok.  Pemkab Jembrana)
Foto: Vaksinasi LSD di Kecamatan Negara, Jembrana, Rabu (28/1/2026). (Dok. Pemkab Jembrana)
Jembrana -

Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Jembrana menerima vaksin tambahan dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk penanganan penyakit kulit berbenjol atau lumpy skin disease (LSD) pada sapi. Jumlah tambahan vaksin mencapai 3.940 dosis.

Tambahan vaksin ini diprioritaskan untuk menyasar daerah tertular di empat kecamatan. Meski demikian, jumlah tersebut masih jauh dari cukup jika dibandingkan dengan total populasi sapi di Bumi Makepung.

"Vaksin bantuan pertama sebanyak 400 dosis sudah hampir habis digunakan sejak pekan lalu, tetapi kami bersyukur mendapat dukungan tambahan lagi dari Kementan," ungkap Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kabid Keswan-Kesmavet) Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta saat dikonfirmasi detikBali, Kamis (29/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bantuan vaksin sebanyak 3.940 dosis tersebut disalurkan melalui Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar. Sebanyak 500 dosis telah dibawa ke Jembrana untuk segera disuntikkan.

ADVERTISEMENT

Sugiarta menjelaskan vaksinasi dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas. Sapi-sapi di desa-desa yang berada dalam zona merah di empat kecamatan menjadi target utama guna meminimalisasi perluasan sebaran virus.

"Kami fokuskan dahulu untuk daerah tertular di empat kecamatan, kecuali Kecamatan Pekutatan. Tujuannya agar bisa meminimalisasi penularan LSD ke sapi yang lain," imbuh Sugiarta.

Walaupun bantuan terus mengalir, Jembrana masih menghadapi tantangan besar terkait ketersediaan stok. Pasalnya, estimasi populasi sapi mencapai 41 ribu ekor.

Masih ada selisih puluhan ribu ekor sapi yang belum terjangkau vaksinasi. Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Jembrana berharap ada pengiriman vaksin susulan, baik dari pusat maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

Di sisi lain, kabar baik datang dari perkembangan kondisi ternak yang terjangkit. Sugiarta mencatat adanya penurunan jumlah sapi yang positif LSD karena mulai mengalami kesembuhan.

"Dari data sebelumnya yang mencatat 36 ekor sapi suspek LSD dalam kondisi hidup, saat ini jumlahnya berkurang menjadi 34 ekor. Berkurang karena ada yang sudah sembuh," jelas Sugiarta.




(iws/iws)










Hide Ads