Sejumlah wilayah di Bali diguyur hujan yang nyaris tanpa henti dalam dua hari terakhir. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar memperingatkan cuaca ekstrem di Bali berpotensi terjadi hingga 25 Februari 2026.
Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar Luh Eka Arisanti, menjelaskan sejumlah wilayah yang diguyur hujan tanpa henti berstatus siaga cuaca ekstrem. Menurutnya, terbentuknya awan hujan di Bali turut dipengaruhi oleh fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Samudera Hindia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat perlu mewaspadai genangan air, tanah longsor di wilayah rawan, serta pohon tumbang apabila hujan disertai angin kencang," ujar Arisanti, Senin (23/2/2026).
Arisanti menuturkan massa udara saat ini yang relatif basah pada lapisan atas atmosfer. Hal itu disertai adanya konvergensi dan belokan angin di sekitar Bali yang mengakibatkan melambatnya pergerakan udara sehingga memicu pertumbuhan awan hujan.
Potensi hujan diperkirakan masih akan berlangsung dengan intensitas sedang hingga lebat. Selain itu, BMKG juga memperingatkan adanya potensi hujan lebat disertai kilat serta angin kencang berdurasi singkat.
Menurut Arisanti, dampak cuaca ekstrem perlu diwaspadai, termasuk di daerah perairan yang berpotensi terjadi gelombang tinggi. "Tinggi gelombang laut berpotensi mencapai dua meter atau lebih di perairan selatan Bali, Selat Lombok, Selat Badung, dan Selat Bali bagian selatan," imbuhnya.
Berdasarkan hasil pengamatan terakhir, kecepatan angin maksimum diprediksi mencapai 48 km/jam. Arisanti mengatakan status cuaca ekstrem di Bali pada 23-24 Februari 2026 masih berada pada kategori siaga.
(iws/iws)

