detikBali

Cekcok di Warung Kamyu Buleleng Berujung Pengeroyokan, Pemuda Lapor Polisi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Lagi-lagi Trump Klaim Menang Lawan Iran, Akhir Perang Tak Jelas


Novi Christiastuti - detikBali

U.S. President Donald Trump gestures during a visit to Verst Logistics in Hebron, Kentucky, U.S., March 11, 2026. REUTERS/Kevin Lamarque     TPX IMAGES OF THE DAY
Presiden AS Donald Trump. (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque)
Denpasar -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan klaim kemenangan atas Iran, di tengah pernyataannya sendiri yang berubah-ubah soal akhir perang. Di satu sisi menyebut konflik hampir selesai, di sisi lain membuka peluang serangan lanjutan.

"Saya pikir kita akan mengakhirinya. Saya tidak bisa memberitahu Anda dengan pasti," ucap Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, dilansir dari detikNews, Rabu (25/3/2026).

Klaim Menang, Serang Media

Trump menegaskan AS telah memenangkan perang melawan Iran. Dia juga menyindir media yang memberitakan konflik masih memburuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anda tahu, saya tidak suka mengatakan ini, kita telah memenangkan ini, karena perang ini telah dimenangkan," tegas Trump.

"Satu-satunya yang ingin terus memperpanjangnya adalah fake news," sebutnya.

ADVERTISEMENT

Di tengah klaim kemenangan, Trump menyebut negosiasi dengan Iran sedang berlangsung. Namun, dia tidak menutup kemungkinan serangan baru jika perundingan gagal.

Trump berulang kali menyampaikan sinyal yang kontras. Pada satu momen, dia menyebut perundingan dapat mengarah pada berakhirnya perang.

Namun pada momen lain, Presiden AS itu menyatakan serangan tambahan bisa dilancarkan terhadap Iran.

Dalam pernyataannya pada Selasa (24/3), Trump membeberkan klaim dominasi militer AS sejak perang yang dimulai akhir Februari.

"Kita tidak memenangkan perang di mana mereka tidak memiliki angkatan laut dan angkatan udara, dan mereka tidak memiliki apa pun, dan kita benar-benar memiliki pesawat-pesawat yang terbang di atas Teheran dan bagian lain dari negara mereka," klaimnya.

"Mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Misalnya, jika saya ingin menghancurkan pembangkit listrik itu, pembangkit listrik yang sangat besar dan kuat itu, mereka tidak bisa berbuat apa-apa," ucap Trump.

Trump juga menyebut pembunuhan para pemimpin Iran dan pergantian kepemimpinan selama perang sebagai "perubahan rezim".

"Ini benar-benar perubahan rezim karena para pemimpinnya sangat berbeda dari yang kita lihat di awal," ujarnya.

Pernyataan Berubah

Pernyataan Trump soal akhir perang tercatat beberapa kali berubah dalam waktu singkat. Pada 9 Maret, dia menyebut perang yang telah berlangsung 10 hari sangat tuntas, hampir sepenuhnya.

Namun hanya beberapa jam kemudian, dia menyampaikan pernyataan berbeda.

"Kita telah menang dalam banyak hal, tetapi kita belum cukup memenangkannya."




(dpw/dpw)










Hide Ads