detikBali

Bangkai Lumba-lumba Terdampar di Jembrana, Kondisi Membusuk dan Hancur

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bangkai Lumba-lumba Terdampar di Jembrana, Kondisi Membusuk dan Hancur


Sui Suadnyana, Adi Budiastrawan - detikBali

Relawan KKP Kurma Asih melakukan penguburan bangkai satwa diduga jenis lumba-lumba moncong panjang (Delphinus capensis tropicalis) yang terdampar di pesisir Pantai Perancak, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, Kamis (26/3/2026). (Dok. KKP Kurma Asih)
Foto: Relawan KKP Kurma Asih melakukan penguburan bangkai satwa diduga jenis lumba-lumba moncong panjang (Delphinus capensis tropicalis) yang terdampar di pesisir Pantai Perancak, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, Kamis (26/3/2026). (Dok. KKP Kurma Asih)
Jembrana -

Bangkai mamalia laut diduga jenis lumba-lumba moncong panjang (Delphinus capensis tropicalis) terdampar di pesisir Pantai Perancak, Kecamatan Negara, Jembrana. Kondisi bangkai satwa dilindungi tersebut sudah membusuk dan hancur sehingga langsung dikuburkan oleh relawan.

Koordinator Kelompok Konservasi Penyu (KKP) Kurma Asih Desa Perancak, I Wayan Anom Astika Jaya, mengatakan informasi mengenai lumba-lumba terdampar sebenarnya sudah diterima sejak Rabu (25/3/2026) malam. Namun, proses evakuasi terkendala kondisi medan dan pencahayaan.

"Saya dapat info sejak semalam, tetapi karena gelap dan lumba-lumbanya menyangkut di karang jadi tidak bisa dibawa ke darat," ungkap Anom saat dikonfirmasi detikBali, Kamis (26/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proses evakuasi baru bisa dilakukan pada Kamis pagi. Berdasarkan hasil pengukuran para relawan di lokasi, lumba-lumba tersebut memiliki panjang tubuh mencapai 340 sentimeter (cm).

ADVERTISEMENT

Lantaran kondisi bangkai yang sudah rusak berat dan mengeluarkan aroma tidak sedap, tim relawan KKP Kurma Asih sepakat untuk segera melakukan penguburan di sekitar bibir pantai. Hal ini dilakukan demi menjaga sanitasi lingkungan dan mencegah timbulnya penyakit.

"Akhirnya tadi pagi lumba-lumba yang malang itu langsung kami kubur mengingat bangkai sudah hancur dan bau busuk. Kami menguburnya bersama teman-teman relawan Kurma Asih," imbuh Anom.

Akibat kondisi bangkai yang sudah membusuk sehingga tidak bisa dilakukan proses nekropsi (bedah bangkai). Oleh sebab itu, penyebab pasti kematian lumba-lumba moncong panjang tersebut belum bisa diketahui secara pasti.




(iws/iws)










Hide Ads