Sejumlah karya seni warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Klungkung dipamerkan pada ajang World Congress on Probation and Parole yang digelar 14-17 April di The Westin Resort Nusa Dua. Forum bergengsi ini diikuti oleh delegasi dari 37 negara.
Dari sejumlah karya seni yang dipamerkan, salah satu yang berhasil menarik perhatian delegasi internasional adalah lukisan wayang tradisional Kamasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Rutan Klungkung Alviantino Riski Satrio menerangkan, forum pertemuan tersebut bukan sekedar konferensi internasional, tapi menjadi etalase dunia bagi inovasi sistem pemasyarakatan modern.
"Termasuk pameran karya kreatif warga binaan dari berbagai negara," terang Alviantino pada detikBali, Kamis (16/4/2026).
Lebih jauh, alviantino menerangkan kehadiran karya tersebut menegaskan bahwa pembinaan di Indonesia tidak hanya berfokus pada rehabilitasi, tetapi juga mampu melahirkan produk bernilai budaya tinggi yang siap bersaing di pasar global.
"Keikutsertaan dalam ajang ini menjadi bukti bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki daya saing di pasar internasional. Ini merupakan hasil pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan," paparnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah menyampaikan partisipasi dalam forum internasional mencerminkan transformasi pemasyarakatan Indonesia menuju standar global.
"Produk warga binaan bukan hanya simbol kreativitas, tetapi juga representasi keberhasilan reintegrasi sosial serta kontribusi nyata dalam ekonomi kreatif dunia," terang Nurmansyah.
(nor/nor)

