Sejumlah ulah warga asing di Bali menjadi topik populer dalam sepekan terakhir. Di antaranya, rombongan turis India yang menguras barang-barang di kamar hotel yang mereka tempati di wilayah Ubud, Gianyar. Beruntung aksi mereka ketahuan ketika hendak check out.
Kemudian, ada warga Italia yang ngamuk-ngamuk ketika ditilang polisi di Jalan Gunung Agung Denpasar. Padahal, pelanggaran yang dia lakukan jelas: tidak memakai helm.
Ada pula aksi seorang bule perempuan mandi lumpur bareng babi yang viral di media sosial. Aksinya dinilai tidak pantas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain ulah bule, ada juga peristiwa tragis yang melibatkan anak-anak. Seorang siswi sekolah dasar (SD) di Denpasar diduga melompat dari lantai 3 Pasar Desa Adat Serangan. Beruntung, siswi itu selamat meski mengalami luka-luka serius.
Berikut rangkuman berita terpopuler selama sepekan terakhir dalam rubrik Bali Sepekan di detikBali.
Bule Italia Ngamuk Ditilang Polisi
WN Italia inisial GI yang mengamuk saat ditilang di Denpasar, Bali, ditangkap polisi. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar kini merekomendasikan agar Imigrasi melakukan pendeportasian terhadap pria asing tersebut.
Kapolresta Denpasar, Kombes Leonardo David Simatupang, mengatakan GI telah diserahkan kepada Imigrasi untuk diproses hukum. Leonardo berharap langkah ini dapat memberikan efek jera, khususnya bagi warga negara asing (WNA), agar selalu mematuhi hukum dan menghormati norma di Indonesia.
GI yang terekam marah saat ditilang oleh petugas kepolisian karena tidak memakai helm di Simpang TL Camat Gunung Agung, Denpasar, Rabu (22/4/2026). (Foto: Tangkapan layar Instagram) |
Leonardo menuturkan peristiwa turis Italia itu mengamuk di Simpang Empat Jalan Gunung Agung-Jalan Mahendradata, Denpasar, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 13.00 Wita. Ia mengamuk saat hendak ditilang.
GI diketahui melakukan pelanggaran lalu lintas. Saat dihentikan petugas, GI justru menunjukkan sikap tidak kooperatif, melawan, dan tidak menghormati anggota yang tengah bertugas.
Leonardo mengungkapkan Polresta Denpasar langsung bergerak menindaklanjuti kejadian tersebut. Penanganan dilakukan bersama tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan Satuan Intelijen dan Keamanan (Satintelkam) Polresta Denpasar. Polisi juga berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai.
"Begitu informasi viral kami terima, tim langsung bergerak untuk mengamankan yang bersangkutan dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Leonardo dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Leonardo menegaskan tindakan tegas ini merupakan bagian dari komitmen Polresta Denpasar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di Bali sebagai destinasi wisata internasional.
"Kami tidak akan menoleransi setiap tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Ini bentuk keseriusan kami bersama instansi terkait dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif," tegas Leonardo.
Turis India Curi Barang-barang Hotel di Ubud
Rombongan turis India kembali bikin ulah di Bali. Kali ini, Asvara Resort Ubud, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Gianyar, menjadi korban. Sejumlah barang di kamar hotel nyaris raib. Beruntung, aksi empat turis India mencuri barang-barang hotel ketahuan.
Rekaman yang menunjukkan rombongan turis India ketahuan membawa sejumlah barang hotel viral di media sosial (medsos). Mereka mengambil handuk mandi, handuk kolam, hair dryer, kimono, keset, box remote TV, hingga peralatan makan di resor tersebut.
Polisi mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/4/2026). Barang-barang milik hotel ketahuan digasak saat para turis India itu hendak meninggalkan hotel.
"Kejadiannya Minggu, 19 April 2026 pukul 10.00 Wita di Asvara Resort Ubud," ungkap Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Gianyar Ipda I Gusti Ngurah Suardita kepada detikBali, Selasa (21/4/2026).
Saat check-out, empat turis asing itu tidak hanya membawa barang pribadi mereka. Beberapa fasilitas tambahan di dalam kamar turut dimasukkan ke dalam koper. Aksi mereka diketahui pegawai resor saat kamar dicek.
"Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke manajemen hotel yang selanjutnya menghentikan proses check-out untuk dilakukan klarifikasi," kata Suardita.
Empat turis India itu tak berkutik saat petugas resor memeriksa koper bawaan mereka. Beruntung, aksi pencurian itu tidak dilaporkan ke polisi. Mereka sepakat berdamai setelah proses mediasi dilakukan antara manajemen resor dan empat turis India itu.
"Permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan dengan kesepakatan bahwa seluruh barang dikembalikan dan tidak dilanjutkan ke proses hukum. Setelah itu, pihak hotel tetap mengizinkan para tamu untuk melanjutkan proses check-out," pungkasnya.
Viral Bule Mandi Lumpur Bareng Babi
Sebuah video yang memperlihatkan seorang WNA perempuan mandi lumpur bersama dua ekor babi viral di media sosial (medsos). Belum diketahui asal-usul serta lokasi pasti kejadian tersebut. Namun, aksi itu diduga dilakukan di Bali.
Dalam video yang diunggah akun @balitoday pada Rabu (22/4/2026), terlihat seorang WNA perempuan mengenakan bikini bermain di kubangan air yang penuh lumpur. Ia tampak melumuri tubuhnya dengan lumpur tersebut.
Di dekatnya, terlihat seekor babi berwarna hitam sedang berendam di kubangan lumpur. WNA tersebut juga terlihat mencipratkan air ke arah babi itu. Tak hanya satu, terdapat satu babi lainnya di lokasi tersebut.
Aksi tersebut menuai beragam komentar dari warganet. Sebagian menilai perilaku itu tidak pantas dan berpotensi merugikan citra Bali, serta dianggap hanya untuk mencari popularitas di media sosial.
Baca juga: Viral Bule Mandi Lumpur Bareng Babi di Bali |
Salah satu akun, @cutie_feib, berkomentar bahwa tidak semua turis benar-benar peduli atau mencintai budaya lokal. Ia menilai ada yang hanya ingin mencari sensasi dan perhatian di media sosial.
"Banyak turis gak benar-benar perduli atau cinta sama budaya kita. Ada yang cuma pengen nyari sensasi dan follower di sosmed karena penduduk kita ratusan juta dan suka main sosmed," tulisnya.
Dugaan Game Horor di Balik Siswi SD Lompat
Motif KA (13) nekat meloncat dari lantai tiga Pasar Desa Adat Serangan, Denpasar, masih misteri. Namun, ada dugaan siswi sekolah dasar (SD) itu terpengaruh oleh game horor.
Dalam video yang beredar, terdengar lagu yang diputar siswi tersebut merupakan soundtrack dari salah satu game horor-psikologis. Warganet kemudian mengaitkan kejadian itu dengan game tersebut.
Sejumlah warganet berkomentar bahwa pada akhir permainan, tokoh utamanya melompat dari gedung. Muncul pula spekulasi bahwa siswi tersebut terinspirasi dari game Omori. Sejumlah psikolog pun menyoroti peristiwa ini.
Psikolog Wangsa Ayu Vidya Loka menjelaskan, dari perspektif psikologis, otak anak dan remaja, terutama bagian prefrontal cortex yang berfungsi untuk pengambilan keputusan, kontrol impuls, dan pertimbangan konsekuensi, belum berkembang sepenuhnya.
"Dalam situasi tertentu, anak bisa melakukan tindakan ekstrem bukan karena benar-benar ingin mengakhiri hidup, tetapi karena dorongan sesaat, keinginan mencoba, mencari perhatian, atau mengikuti sesuatu yang dilihat tanpa memahami sepenuhnya makna dan akibatnya," kata Vidya, Rabu (22/4/2026).
Vidya mengingatkan agar keterlibatan game dalam kasus ini dilihat secara hati-hati, meski konten seperti game horor-psikologis berpotensi kuat memengaruhi anak. Menurutnya, anak dan remaja memang mudah terpengaruh oleh hal yang mereka konsumsi, termasuk game, musik, atau konten visual.
"Terutama jika ada kedekatan emosional dengan karakter, konten tersebut memberikan kesan dramatis atau bermakna bagi mereka, anak sedang dalam kondisi psikologis yang rentan," ungkap dokter yang juga penulis itu.
Ia menambahkan, faktor lain juga berpotensi menjadi penyebab, seperti kondisi emosional yang terganggu, mengalami perundungan, konflik dengan teman atau keluarga, kebutuhan pengakuan, paparan konten media sosial, hingga kemungkinan adanya gangguan psikologis.
"Sering kali tindakan tersebut bukan hasil dari satu faktor tunggal, melainkan kombinasi dari berbagai tekanan dan pengaruh," sebutnya.
Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Azel Arisandi, menyebut korban justru mengajak teman-temannya ke lokasi dengan alasan akan ada kejutan.
"Dari hasil penyelidikan terbaru yang kami dapat, tidak ada acara ulang tahun. Tapi korban yang mengajak teman-temannya ke lokasi dan menyampaikan akan ada surprise," ujar Azel, Selasa (21/4/2026).
Polisi saat ini masih mendalami lebih lanjut motif di balik kejadian tersebut, termasuk menelusuri barang pribadi milik korban untuk memperkuat analisis.
"Untuk sementara korban masih masa pemulihan pascaoperasi, dan kami masih menelusuri HP milik korban. Update informasi akan kami sampaikan setelah analisis menyeluruh," tambahnya.
Dua Turis Rusia Terjebak di Tebing Uluwatu
Dua WN Rusia, Sergei Starostin (51) dan Diana Zolotova (20), terjebak di tebing kawasan Uluwatu, Pecatu, Kuta Selatan, Badung, pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 11.30 Wita.
Informasi awal diterima dari Fika, staf Beach Club El Kabron yang menerima telepon dari seseorang tak dikenal. Penelepon tersebut mengaku sedang terjebak di tebing wilayah Pecatu, Kuta Selatan, dan meminta pertolongan.
"Penelepon menyampaikan bahwa mendapat nomor telepon El Kabron Bali dari papan reklame yang terpasang di sisi tebing yang dilihat oleh penelepon," ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Kamis (23/4/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak El Kabron Bali segera menghubungi Polsek Kuta Selatan. Informasi kemudian diteruskan ke Satpolairud Polresta Denpasar, yang selanjutnya berkoordinasi dengan Basarnas Denpasar.
Pukul 13.30 Wita, delapan personel dari Kantor SAR Denpasar bergerak menuju lokasi kejadian. Setelah tiba dan melakukan koordinasi dengan pihak El Kabron Beach Club, tim menilai medan cukup sulit dijangkau.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan kendala evakuasi terletak pada posisi korban yang berada jauh di bawah tebing dan keterbatasan waktu karena air laut mulai naik. Ia kemudian memutuskan untuk melakukan evakuasi menggunakan Helikopter SGi Air Bali.
Evakuasi dua WN Rusia menggunakan helikopter oleh Basarnas di tebing Uluwatu, Kamis (23/4/2026). (Foto: Dok. Basarnas Bali) |
"Anggota kita dari Kantor SAR Denpasar, Basarnas Bali langsung koordinasi dan on board personel kita di helikopter SGi Air Bali 1 orang," imbuh Sidakarya.
Helikopter kemudian lepas landas dari helipad Benoa pada pukul 14.46 Wita dengan lima personel di dalamnya. Sekitar 12 menit kemudian, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan evakuasi menggunakan sistem hoisting.
"Tidak ada permasalahan yang begitu signifikan, tetapi harus lebih cepat dalam proses tersebut karena melihat gelombang yang cukup naik, dan kita menggunakan hoisting, dan satu per satu korban bisa kita evakuasi," jelasnya.
Kedua korban akhirnya berhasil diselamatkan dan mendarat di Helipad SGI Air Bali sekitar pukul 15.15 Wita.
Kondisi keduanya dilaporkan dalam keadaan baik. Namun, Sergei Starostin mengalami luka ringan pada kaki dan siku kiri. Ia telah mendapatkan penanganan medis berupa perawatan luka ringan di Klinik Nusa Medika.
(hsa/nor)












































