Deretan rumah toko (ruko) yang terdiri dari gerai minimarket dan kantor notaris-PPAT di Jalan Ngurah Rai No. 64, Semarapura Kauh, Kabupaten Klungkung, Bali, hangus dilalap si jago merah pada Kamis (7/5/2026) pagi. Insiden ini diduga dipicu korsleting listrik di area kasir.
Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa membenarkan peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.25 Wita tersebut. Api menghanguskan bangunan yang terdiri dari empat blok, yakni tiga blok minimarket dan satu blok kantor milik notaris Koming Pratiwi Juwita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Benar, telah terjadi peristiwa kebakaran ruko di Semarapura Kauh pagi tadi. Objek yang terbakar adalah Indomaret dan Kantor Notaris," ujar Alit saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).
Kejadian pertama kali diketahui oleh saksi Siti Rohmatul Fitriyah (23) yang tinggal di sebelah selatan ruko. Saat mengecek ke arah utara, ia melihat kepulan asap tebal keluar dari dalam minimarket. Menyadari api mulai membesar, saksi langsung menghubungi karyawan toko agar segera membawa kunci dan melaporkannya ke dinas pemadam kebakaran.
"Sekitar pukul 05.30 Wita, tiga unit mobil dari Dinas Pemadam Kebakaran Klungkung bersama aparat kepolisian tiba di lokasi untuk memadamkan api," jelasnya.
Api baru benar-benar berhasil dijinakkan sekitar pukul 06.30 Wita. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai angka yang cukup besar.
"Tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian material diperkirakan kurang lebih sekitar Rp 100 juta," tambah Alit.
Berdasarkan hasil olah TKP awal, polisi menduga kebakaran bermula dari percikan api akibat hubungan arus pendek (korsleting) pada rangkaian kabel di bagian meja kasir. Banyaknya barang yang mudah terbakar di dalam toko membuat api dengan cepat merambat ke seluruh bagian bangunan.
Terkait insiden ini, Satreskrim akan berkoordinasi dengan Tim laboratorium forensik (Labfor) untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran dan kemungkinan adanya tindak pidana dalam kebakaran tersebut.
Dewa Alit juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan alat elektronik di rumah maupun tempat usaha.
"Kami mengimbau warga agar memperhatikan instalasi listrik dan barang elektronik yang sudah tidak layak pakai guna mencegah kejadian serupa terulang kembali," pungkasnya.
(nor/nor)












































