detikBali

Pemprov Bali Tunggu Konfirmasi Prabowo soal Undangan Buka PKB 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pemprov Bali Tunggu Konfirmasi Prabowo soal Undangan Buka PKB 2026


Sui Suadnyana, Firizqi Irwan - detikBali

Konferensi pers Disbud Bali soal pelaksanaan PKB 2026, Jumat (5/6/2026). (Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)
Foto: Konferensi pers Disbud Bali soal pelaksanaan PKB 2026, Jumat (5/6/2026). (Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)
Denpasar -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. Pemprov Bali kini tengah menunggu konfirmasi dari Istana Negara.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Bali, Ida Bagus Alit Suryana, mengungkapkan undangan untuk Prabowo sudah disampaikan langsung. Komunikasi intensif terus dilakukan agar Prabowo bisa hadir.

"Kami masih menunggu kepastian dan terus berkoordinasi," kata Bagus Alit saat konferensi pers di Disbud Bali, Jumat (5/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagus Alit menuturkan PKB 2026 berlangsung selama sebulan dari 13 Juni hingga pertengah Juli 2026 di Taman Budaya Bali (Art Center), Denpasar. Sedangkan pembukaan yang berisi pawai budaya (peed aya) berlangsung di seputar Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Denpasar.

ADVERTISEMENT

Saat peed aya, ada sembilan kabupaten/kota di Bali yang menyuguhkan penampilan tematik. Ada sekitar 20 ribu seniman yang terlibat dalam peed aya.

PKB 2026 mengangkat tema 'Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha'. Teman tersebut bermakna pemuliaan jiwa menuju kesucian paripurna. Seluruh pertunjukan, seperti tari, karawitan, teater, dan sebagainya disesuaikan dengan tema tersebut.

"Format sama, tetapi isi dan sajiannya berbeda setiap tahun karen digarap kreator berbeda," terang Bagus Alit.

PKB 2026 juga diikuti 10 kelompok dari berbagai negara lewat Bali World Culture, seperti New York (Amerika Serikat), China, Korea Selatan, Jepang, India, Hongkong, Timor Leste, dan sebagainya.

"Total ada 260 seniman (dari berbagai negara). Peserta Nusantara ada 955 orang, Jakarta, Jawa (termasuk) Yogyakarta, Banten, Kalimantan Tengah," terang Bagus Alit.

Bagus Alit berharap PKB 2026 bisa menjadi momentum pelestarian dan diplomasi kebudayaan Bali dan dunia.




(hsa/hsa)










Hide Ads