detikBali

Mangrove Mati Diduga Akibat Tumpahan Minyak di Benoa, Jumhur Bereaksi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Mangrove Mati Diduga Akibat Tumpahan Minyak di Benoa, Jumhur Bereaksi


Ahmad Firizqi Irwan - detikBali

Dialog Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat dengan aktivis lingkungan hidup dan Pemkot Denpasar, Selasa (9/6/2026).
Dialog Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat dengan aktivis lingkungan hidup dan Pemkot Denpasar, Selasa (9/6/2026). (Foto: Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)
Denpasar -

Aktivis lingkungan menyoroti lambannya penanganan kasus matinya puluhan are hutan mangrove di Benoa, Denpasar Selatan, yang diduga akibat tumpahan minyak. Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat pun mewanti-wanti Pertamina agar bertanggung jawab.

Sorotan itu disampaikan aktivis Komunitas Bersih-Bersih Bali, Gus Norma, saat dialog bersama Menteri Lingkungan Hidup di Tukad Bindu, Denpasar Selatan, Selasa (9/6/2026). Dalam agenda itu turut hadir Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dan sejumlah pihak terkait.

"Ada 40-60 are mangrove yang mati akibat tumpahan minyak dari pertamina. Kami ingin agar prosesnya dipercepat," ungkap Gus Norma.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia meminta penanganan kasus tersebut tidak berlarut-larut hanya karena melibatkan perusahaan pelat merah.

ADVERTISEMENT

"Jangan gara-gara yang berkasus ini BUMN, jadi asal-asalan dan lama ditangani," sambungnya.

Selain mendesak percepatan proses, Gus Norma juga meminta dilakukan penanaman ulang terhadap mangrove yang mati.

Merespons hal itu, Jumhur memastikan pihaknya segera memanggil Pertamina Patra Niaga untuk membahas persoalan tersebut bersama Pertamina pusat.

"Segera kita proses. Pertamina Patra Niaga nanti kita akan panggil ajak diskusi. Pertamina pusat juga akan kami ajak diskusi," jawab Jumhur.

Ia memastikan tanggung jawab terhadap masyarakat terdampak juga akan dibahas, terutama bagi warga yang kehilangan mata pencaharian akibat kerusakan mangrove tersebut.

"Itu dihitung saja. Nanti ada subsidi untuk menangani dan harus kalau nggak nanti dijewer. Ya daripada dijewer, ya ganti ajalah," pungkasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads