Program Studi Kedokteran Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menjadi jurusan paling diminati dalam penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026. Tingkat persaingan masuk prodi tersebut melalui jalur nasional bahkan mencapai 1 banding 25.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Undiksha, Gede Rasben Dantes, mengungkapkan tingginya minat calon mahasiswa terhadap Prodi Kedokteran sejalan dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan kampus negeri di Singaraja tersebut.
"Kalau yang paling ketat memang Kedokteran. Untuk jalur nasional keketatannya sekitar 1 banding 25, sedangkan di jalur mandiri sekitar 1 banding 10," kata Rasben.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini Prodi Kedokteran Undiksha memiliki kuota sebanyak 150 mahasiswa baru. Jumlah tersebut meningkat setelah program studi itu mengantongi akreditasi Baik Sekali.
Menurut Rasben, selain Kedokteran, sejumlah program studi lain yang juga menjadi favorit calon mahasiswa. Antara lain, S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, PGSD, Pendidikan Bahasa Inggris, Hukum, Akuntansi, Manajemen, Ilmu Komputer, hingga Sistem Informasi.
Tingginya animo masyarakat membuat Undiksha terus melakukan penyesuaian daya tampung secara bertahap. Secara keseluruhan, kampus itu memiliki kuota penerimaan mahasiswa baru mencapai 8.484 orang pada tahun ini.
Meski demikian, Undiksha tidak menargetkan seluruh kuota tersebut terisi. Kampus hanya membidik sekitar 6.000 hingga 6.500 mahasiswa baru hingga penutupan seluruh jalur penerimaan pada akhir Juli mendatang.
"Kami tidak harus memenuhi seluruh daya tampung yang tersedia. Target sekitar 6.500 mahasiswa sudah cukup ideal untuk menjaga kualitas layanan pendidikan sekaligus memenuhi kebutuhan operasional universitas," jelas Rasben.
Selain menjadi prodi dengan persaingan tertinggi, Kedokteran juga memiliki biaya pendidikan paling besar di lingkungan Undiksha. Uang Kuliah Tunggal (UKT) tertinggi di prodi tersebut mencapai Rp 21,4 juta per semester, menyesuaikan biaya satuan pendidikan atau unit cost yang dibutuhkan.
Untuk jalur mandiri, calon mahasiswa Kedokteran juga dikenakan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) sebesar Rp 150 juta yang dibayarkan satu kali di awal kuliah. Besaran itu merupakan batas maksimal yang diperbolehkan pemerintah untuk Fakultas Kedokteran.
(hsa/hsa)










































