Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Pertengkaran hebat malam itu, Selasa (9/6/2026), menjadi yang terakhir kali bagi EN dan istrinya, IWS. EN yang sudah gelap mata nekat mengakhiri hidupnya dengan cara minum racun potas. Mirisnya, aksi bunuh diri itu dilakukan di hadapan istri dan anak EN di rumah mereka di Kecamatan Jembrana, Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek Jembrana Iptu Ngurah Widiatmika mengungkapkan EN nekat mengonsumsi racun potas lantaran dipicu masalah rumah tangga. "Ya, benar (kejadian tersebut)," ungkap Widiatmika saat dikonfirmasi detikBali, Rabu (10/6/2026).
Widiatmika menuturkan peristiwa bermula sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu, korban terlibat keributan hebat dengan istrinya, IWS, akibat masalah rumah tangga yang sedang mereka hadapi.
Setelah cekcok, EN keluar rumah dalam kondisi emosi dan tidak memberi tahu istrinya. Sekitar pukul 20.15 Wita, EN rupanya mendatangi rumah orang tuanya dan bertemu dengan salah satu kerabat.
"Saat itu korban mengatakan akan mengambil tembaga untuk campuran emas. Saksi tidak mengetahui bahwa yang diambil korban ternyata adalah cairan potas," jelas Widiatmika.
Istri dan Anak Tak Sempat Mencegah
Setelah mengambil cairan tersebut, EN langsung kembali ke rumahnya dengan membawa sebuah gelas plastik. Tiba di rumah, EN langsung menenggak cairan beracun tersebut di depan anak dan istrinya.
"Saking cepatnya kejadian, pihak keluarga tidak sempat melakukan pencegahan. Istri dan anak-anak korban tidak sempat mencegah," imbuh Widiatmika.
Beberapa menit kemudian, EN langsung jatuh pingsan. Anaknya berinisial EC pun panik dan berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan kepada tetangga sekitar.
Warga langsung melarikan EN yang tak sadarkan diri ke RSU Bunda Jembrana sekitar pukul 20.30 Wita. Namun, nyawa EN tidak dapat terselamatkan.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh dokter dari RSU Bunda Jembrana, korban dinyatakan sudah meninggal dunia sekitar pukul 21.05 Wita," pungkas Widiatmika.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, EN diduga kuat nekat mengakhiri hidupnya karena depresi. EN kabarnya sering terlibat cekcok dan dirundung permasalahan rumah tangga yang berlarut-larut dengan sang istri.
(hsa/hsa)










































