detikBali

Wamenpar Bidik 1,6 Juta Pengunjung PKB 2026, Perputaran Uang Diprediksi Naik

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Wamenpar Bidik 1,6 Juta Pengunjung PKB 2026, Perputaran Uang Diprediksi Naik


Ahmad Firizqi, Fabiola Dianira - detikBali

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa saat ditemui usai pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 di kawasan Renon, Denpasar, Sabtu (13/6/2026). (Fabiola Dianira)
Foto: Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa saat ditemui usai pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 di kawasan Renon, Denpasar, Sabtu (13/6/2026). (Fabiola Dianira)
Denpasar -

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa atau Ni Luh Enik Ermawati menargetkan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 dapat menarik lebih banyak pengunjung dibandingkan tahun sebelumnya. Pada pelaksanaan PKB 2025 tercatat sekitar 1,6 juta orang menyaksikan berbagai rangkaian acara dengan perputaran ekonomi mencapai Rp 17 miliar.

"Tahun lalu ada 1,6 juta yang menyaksikan PKB dengan perputaran sampai Rp 17 miliar. Tentu atraksi ataupun juga pentas kesenian itu menjadi salah satu daya tarik wisatawan," ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaksanaan PKB yang bertepatan dengan masa libur sekolah dan musim liburan wisatawan mancanegara (summer holiday) menjadi momentum yang tepat untuk menarik kunjungan wisatawan.

Selain itu, event kesenian terbesar di Bali ini juga telah enam tahun berturut-turut masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.

ADVERTISEMENT

"Enam tahun berturut-turut ini masuk bagian dari Karisma Event Nusantara. Jadi kami sangat eh mengapresiasi dan sangat senang sekali dengan acara ini," jelasnya.

Dengan hal tersebut, Ni Luh Puspa menargetkan jumlah pengunjung PKB tahun ini setidaknya menyamai capaian tahun lalu, yakni 1,6 juta orang, dengan harapan jumlahnya dapat meningkat.

"Mudah-mudahan ada peningkatan, kalau target kan targetnya 1,6 juta wisatawan, mudah-mudahan bisa lebih dari itu," imbuhnya.

Pemprov Bali Optimistis Omset Bisa Meningkat

Pemerintah Provinsi Bali optimistis omzet pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berpartisipasi dalam PKB 2026 akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, Dewa Gede Agung Purnama, mengatakan capaian omzet UMKM sektor kuliner pada PKB tahun lalu mencapai Rp 5,08 miliar selama satu bulan penyelenggaraan.

"Kalau dulu terkait omset kuliner yang melibatkan 52 UMKM kita omsetnya sampai Rp 5 miliar 80 juta dalam satu bulan. Kalau sekarang belum ada, mudah-mudahan prediksinya lebih banyak," terangnya ditemui di Denpasar, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap produk lokal menjadi modal utama untuk mendorong peningkatan transaksi selama PKB berlangsung. Terlebih, sebagian besar produk yang dijual menggunakan bahan baku lokal dan diolah oleh pelaku usaha di Bali.

"Kalau di Bali mungkin terhadap kuliner, mungkin bila pun ada peningkatan apa, antusias masyarakat tetap karena ini produk-produk lokal, hasil masyarakat dan bahan bakunya lokal," sambungnya.

Selain meningkatkan penjualan, penyelenggaraan PKB tahun ini juga menjadi ajang promosi bagi UMKM. Berbagai upaya dilakukan, termasuk mendorong penggunaan kemasan ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik pada sajian kuliner.

Tidak hanya produk makanan dan minuman, pengunjung juga dapat menemukan beragam produk kerajinan lokal, seperti kain songket dan hasil karya industri kreatif lainnya yang dikelola pelaku usaha Bali.

Pada PKB 2026, terdapat 74 stan kuliner yang berpartisipasi. Jumlah tersebut dibagi ke dalam dua periode penjualan agar lebih banyak UMKM mendapat kesempatan untuk terlibat.

"Tahun sekarang 74 (stan kuliner). Ini kan dua minggu, dua minggu sekarang jadi ada dua sesi tidak seperti dulu full (berjualan). Ini dilakukan agar semua UMKM banyak yang ikut berpartisipasi," terangnya.

Para pedagang akan berjualan dari pukul 10.00 hingga 22.00 Wita setiap harinya dan berjualan selama dua minggu. Pergantian peserta dilakukan setelah Hari Raya Kuningan hingga berakhirnya PKB.

"Untuk kloter pertama penjualan akan berakhir setelah Kuningan, lalu pergantian dengan UMKM yang baru sampai selesai. Dari UMKM itu berbeda-beda yang berjualan," jelas Dewa Gede di Art Center.

Dewa Gede Agung Purnama menegaskan seluruh peserta UMKM telah melalui proses seleksi. Penilaian dilakukan berdasarkan penggunaan bahan baku lokal, proses produksi di Bali, legalitas usaha, serta kesiapan mengikuti kegiatan berskala provinsi tersebut.

"Kami mengidentifikasi para pedagang yang menggunakan produk lokal, menggunakan bahan baku lokal, diolah juga di Bali dan memungkinkan untuk berpartisipasi dalam ajang ini. Semua kabupaten/kota ada yang mewakili," imbuhnya.

Dari 116 UMKM yang teridentifikasi dan mendaftar, hanya 74 stan yang dinyatakan lolos seleksi. Seluruh peserta berasal dari kabupaten dan kota di Bali sehingga dapat mewakili potensi usaha lokal dari berbagai daerah.




(nor/nor)











Hide Ads