detikBali

Tampil di Atas Kursi Roda, Penari Difabel Bikin Kagum di PKB 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan

Tampil di Atas Kursi Roda, Penari Difabel Bikin Kagum di PKB 2026


Fabiola Dianira - detikBali

Empat orang penari difabel tampil dalam pawai pembukaan Pekan Kesenian Bali ke-48 di kawasan Renon, Denpasar, Sabtu (13/6/2026). (Fabiola Dianira)
Foto: Empat orang penari difabel tampil dalam pawai pembukaan Pekan Kesenian Bali ke-48 di kawasan Renon, Denpasar, Sabtu (13/6/2026). (Fabiola Dianira)
Denpasar -

Kabupaten Badung menghadirkan penari disabilitas dalam Peed Aya atau pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 di kawasan Renon, Denpasar, Sabtu (13/6/2026).

Pantauan detikBali, saat kontingen Kabupaten Badung tampil, terdapat empat penari pengguna kursi roda yang ikut menampilkan tarian diiringi alunan gamelan. Mereka terlihat lincah dan percaya diri saat menari di hadapan tamu undangan serta masyarakat yang memadati kawasan Renon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan keterlibatan penari disabilitas dalam pawai tersebut merupakan bentuk inklusivitas sekaligus upaya memberikan motivasi kepada penyandang disabilitas agar lebih percaya diri untuk tampil dan berkarya.

"Ya, saya ingin kita ada kesetaraan. Tidak ada perbedaan. Dia juga bisa tampil, dia juga bisa memanfaatkan ajang ini sebagai tempat untuk berkreasi. Artinya selama ini orang berpikir bahwa mindset orang difabel harus di rumah, oh tidak," ujarnya saat ditemui usai pawai pembukaan PKB di kawasan Renon, Denpasar, Sabtu (13/6/2026).

ADVERTISEMENT

Adi Arnawa mengatakan pemerintah Kabupaten Badung juga terus mendukung penyandang disabilitas melalui berbagai kebijakan, salah satunya memberikan bantuan sebesar Rp 1 juta setiap bulan.

"Kalau kita lihat kebijakan kami kan sangat tidak membedakan antara difabel dengan masyarakat biasa. Buktinya masyarakat difabel kami bantu Rp1 juta setiap bulannya," imbuhnya.

Menurut Adi, keikutsertaan mereka dalam pawai seni terbesar di Bali ini menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas juga membutuhkan ruang untuk berekspresi dan menunjukkan kreativitasnya.

"Yang jelas masyarakat difabel juga suka. Jadi diberikan ruang buat mereka," tutupnya.




(nor/nor)










Hide Ads