detikBali

Prabowo Bagikan 1.098 Sapi Kurban, Anggaran Rp 100 Miliar

Terpopuler Koleksi Pilihan

PM Inggris Keir Starmer Dikabarkan Segera Mundur


Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikBali

Presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kanan) saat pertemuan di Downing Street 10, London, Inggris, Selasa (20/1/2026). Kunjungan Presiden Prabowo tersebut dalam rangka memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Inggris. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/rwa.
Foto: Presiden Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kanan) saat pertemuan di Downing Street 10, London, Inggris, Selasa (20/1/2026). (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Bali -

Rencana pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer santer dikabarkan oleh media-media Inggris. Isu yang beredar, Starmer akan mundur pada Senin (21/6/2026).

Ancaman terhadap posisi Starmer, yang telah meningkat selama berbulan-bulan, meningkat tajam pada hari Jumat (19/6) ketika saingannya Andy Burnham memenangkan kursi di parlemen yang akan memungkinkannya untuk meluncurkan tantangan kepemimpinan formal.

Laporan Observer mengatakan Starmer sedang membahas masalah ini dengan istrinya di kediaman pedesaannya di Chequers sebelum membuat keputusan akhir. Tokoh-tokoh senior Partai Buruh mengharapkan pernyataan yang jelas tentang masa depannya paling cepat pada hari Senin (22/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, sumber pemerintah mengatakan Starmer tetap fokus pada pekerjaannya dan menunjuk pada pernyataan sebelumnya yang telah ia buat untuk tujuan tersebut.

ADVERTISEMENT

Pemimpin Inggris itu mengatakan pada hari Jumat bahwa ia akan melawan setiap tantangan terhadap kepemimpinannya. Dia mendesak Partai Buruh untuk tidak saling menghancurkan diri sendiri dengan pertikaian internal.

Starmer memimpin Partai Buruh yang berhaluan kiri tengah meraih kemenangan telak dalam pemilihan umum 2024, tetapi popularitasnya menurun drastis setelah serangkaian skandal dan perubahan kebijakan yang membuat banyak pemilih memiliki kesan bahwa ia tidak mampu mewujudkan peningkatan standar hidup sesuai janji.

Artikel ini sudah tayang di detikNews, baca selengkapnya di sini!




(hsa/hsa)










Hide Ads