detikBali

SDN 1 Negari Klungkung Tetap Buka SPMB meski Masuk Skema Regrouping

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

SDN 1 Negari Klungkung Tetap Buka SPMB meski Masuk Skema Regrouping


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

SDN 1 Negari di Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Selasa (23/6/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Foto: SDN 1 Negari di Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Selasa (23/6/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

SDN 1 Negari di Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, tetap membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 meski masuk skema regrouping. Pihak sekolah menilai penerimaan murid baru tetap harus dilaksanakan sampai adanya kepastian dari pemerintah.

Pantauan detikBali di SDN 1 Negari pada Selasa (23/6/2026) pagi, suasana sekolah nampak sepi. Hanya ada seorang guru kelas, Made Intan Pratiwi, yang tengah mengurus pemberkasan kedatangan kepala sekolah baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sela mengurus berkas, Intan menerangkan jika proses SPMB tetap berjalan sampai ada kepastian rencana penggabungan dengan SDN 3 Negari.

"Setiap tahun kami terima siswa dari TK Negeri 1 Negari yang satu atap dengan sekolah ini. Kemungkinan tahun ajaran ini kami menerima 9 siswa baru. Itu khusus jalur domisili," ujar Intan.

ADVERTISEMENT

Minimnya siswa jadi alasan Disdikbudpora Klungkung memasukkan SDN 1 Negari ke skema regrouping. Berdasarkan papan absen umum, total siswa SDN 1 Negari saat ini hanya 85 orang. Terdiri dari 47 siswa laki-laki dan 38 siswa perempuan. Kelas II paling banyak dengan 18 siswa, sementara Kelas I dan III masing-masing 12 siswa.

Guru Made Intan Pratiwi mengatakan pihaknya belum menerima informasi resmi terkait kejelasan regrouping dengan SDN 3 Negari. Karena itu SPMB tetap dilaksanakan seperti biasa.

"Kami jalan terus sesuai prosedur. Sampai ada surat resmi, kami tetap layani pendaftaran siswa baru," tegasnya.

Wacana regrouping SDN 1 Negari dengan SDN 3 Negari di Kecamatan Banjarangkan sendiri mendapat penolakan warga. Alasannya, siswa harus melintasi Bypass IB Mantra yang rawan kecelakaan.

Hal ini ditegaskan Perbekel Desa Negari I Gusti Ngurah Bagus Mahendra. Ia mengaku sudah mengusulkan ke Disdikbudpora Klungkung agar penggabungan digeser. Ia khawatir keselamatan anak-anak terancam.

"Kami tahu itu jalur cepat. Apalagi banyak kecelakaan di bypass. Jangan sampai anak-anak kita celaka karena tiap hari lewat jalur cepat itu. Ini yang kami usulkan," jelas Mahendra.

Berdasarkan masukan warga, pihaknya justru mengusulkan SDN 1 Negari digabung dengan SDN 2 Negari. Alasannya, SDN 2 Negari juga rencananya digabung ke SDN 2 Banjarangkan. Sementara SDN 3 Negari dibiarkan berdiri sendiri karena lahannya sudah milik pemerintah.

"SDN 1 Negari masih tanah milik desa adat. Kalau ke luar desa juga kami berharap jangan sampai terjadi. Jadi usulan terakhir SDN 1 Negari digabung SDN 2 Negari, SDN 3 Negari berdiri sendiri," tegasnya.

Sebelumnya, Kadiskbudpora Klungkung I Ketut Sujana menegaskan regrouping tetap jalan sesuai skema rancangan. Penolakan masyarakat akan ditangani sambil proses berjalan.

"Delapan puluh persen ini sudah keseluruhan proses, termasuk persetujuan tri pusat pendidikan. Sisanya dua puluh persen masih ada keluarga dan komite yang minta belum saatnya digabung," terang Sujana.

Menurutnya ketidaksetujuan warga tidak bisa dilawan karena pendidikan butuh tri pusat pendidikan jalan beriringan. "Tidak ada kalah menang, karena ini kepentingan bersama. Ego sektoral harus dikesampingkan," tuturnya.

Sujana menjelaskan tujuan regrouping adalah efisiensi sekaligus meningkatkan kualitas. Dengan penggabungan, guru dari 14 SDN minim siswa bisa didistribusikan ke sekolah yang masih kekurangan tenaga pengajar.

"Jadi mereka yang setuju sudah memberi lampu hijau dengan catatan kami berkomitmen penuhi syarat yang diajukan. Seperti menyediakan angkutan umum untuk antar siswa. Dan itu sudah kami setujui dan komunikasikan dengan pimpinan," jelas Sujana.

Untuk Banjarangkan, 6 SDN masih keberatan digabung. Sementara 8 SDN di Nusa Penida sudah ada lampu hijau. Disdikbudpora akan jalan dulu untuk sekolah yang setuju, sedangkan yang belum ditunggu sambil terus berproses.

Adapun 14 sekolah yang akan digabung terdiri dari SDN 3 Kutampi digabung ke SDN 5 Kutampi, SDN 2 Tanglad digabung dengan SDN 1 Tanglad, SDN 2 Sekartaji dengan SDN 1 Sekartaji, dan SDN 6 Ped dengan SDN 2 Ped di Kecamatan Nusa Penida.

Sedangkan SDN di Kecamatan Banjarangkan yang akan digabung adalah SDN 1 Negari digabung dengan SDN 3 Negari, SDN 2 Negari dengan SDN 2 Banjarangkan, dan SDN 2 Tihingan dengan SDN 3 Tihingan.




(nor/nor)










Hide Ads