detikBali

Geger Pengakuan Bos NATO Bongkar Peran Italia di Perang AS-Iran

Terpopuler Koleksi Pilihan

Geger Pengakuan Bos NATO Bongkar Peran Italia di Perang AS-Iran


Novi Christiastuti - detikBali

NATO General Secretary Mark Rutte speaks during a press conference with the German Chancellor (unseen) after talks at the Chancellery on December 11, 2025 in Berlin. (Photo by Tobias SCHWARZ / AFP)
Sejken NATO Mark Rutte. (Foto: AFP/TOBIAS SCHWARZ)
Denpasar -

Pengakuan Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte soal 500 pesawat militer Amerika Serikat (AS) yang lepas landas dari pangkalan di Italia untuk mendukung operasi terhadap Iran memicu badai politik di Roma. Pernyataan itu langsung memicu tudingan bahwa pemerintahan Perdana Menteri (PM) Giorgia Meloni tidak terbuka soal keterlibatan Italia dalam perang yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran.

Dalam wawancara dengan Fox News menjelang pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump, seperti dilansir Press TV, Kamis (25/6/2026), Rutte mengungkap bahwa Italia mengizinkan ratusan pesawat militer AS menggunakan pangkalan-pangkalan Amerika di wilayahnya selama perang berkecamuk.

"Satu demi satu negara, satu demi satu sekutu, telah menyediakan pangkalan-pangkalan mereka," kata Rutte dalam wawancara pada Rabu (24/6) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu berarti ada sekitar 4.000 hingga 5.000 pesawat yang lepas landas dari pangkalan-pangkalan Eropa untuk mendukung Epic Fury," sebutnya, merujuk pada operasi militer AS terhadap Iran yang disebut "Operation Epic Fury".

ADVERTISEMENT

"Jika Anda melihat pada Italia, 500 pesawat AS lepas landas dari pangkalan-pangkalan AS di Italia untuk mendukung Epic Fury. Ini jumlah yang sangat besar," ucap Rutte dalam wawancara dengan Fox News.

Pernyataan itu menjadi sorotan karena berbeda dengan sikap yang sebelumnya disampaikan pemerintah Italia. Pada Maret lalu, Meloni menegaskan kepada parlemen bahwa Italia "tidak mendukung maupun berpartisipasi" dalam operasi militer terhadap Iran.

Meloni juga sebelumnya menyatakan bahwa hanya penerbangan logistik dan teknis yang diizinkan berdasarkan perjanjian bilateral terkait pangkalan militer AS di Italia yang diperbolehkan beroperasi untuk mendukung aktivitas terkait operasi militer AS terhadap Iran.

Oposisi Serang Pemerintah

Terbukanya informasi soal penggunaan pangkalan militer di Italia itu langsung memicu reaksi keras dari kubu oposisi. Sejumlah partai menuntut pemerintahan Meloni segera memberikan penjelasan kepada publik dan parlemen.

Pemimpin Gerakan Bintang Lima sekaligus mantan PM Italia, Giuseppe Conte, menuduh pemerintah telah menipu publik. Sementara itu, Peppe De Cristofaro, pemimpin Aliansi Hijau dan Kiri, menyebut situasi tersebut "sangat serius".

Dia mendesak Meloni bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Antonio Tajani dan Menteri Pertahanan (Menhan) Guido Crosetto segera memberikan klarifikasi di hadapan parlemen Italia.

Pemimpin Aliansi Hijau dan Kiri lainnya, Angelo Bonelli, bahkan menyebut pernyataan Rutte telah membongkar "kebohongan Meloni".

"Pemerintah Italia berbohong kepada parlemen pada saat itu dengan menyembunyikan 500 penerbangan Amerika. Faktanya adalah Italia berpartisipasi dalam perang melawan Iran, sebuah perang yang gila," tuduhnya.

Menhan Italia Bantah Klaim Rutte

Di tengah tekanan politik yang meningkat, Crosetto membantah pernyataan Rutte. Menhan Italia itu menegaskan negaranya hanya mengizinkan "kegiatan teknis dan logistik yang bersifat non-kinetik" yang sepenuhnya mematuhi Konstitusi serta perjanjian internasional.

Crosetto juga menuding Rutte menyampaikan pesan yang "sangat menyesatkan" karena menyamakan penerbangan pendukung yang telah diizinkan dengan operasi tempur.




(dpw/dpw)










Hide Ads