Jumlah korban jiwa akibat gempa kembar berkekuatan dahsyat di Venezuela dilaporkan terus bertambah. Pemerintah Venezuela mengumumkan sedikitnya 1.430 orang tewas akibat gempa dahsyat tersebut. Selain itu, sebanyak 3.360 orang lainnya mengalami luka-luka.
Dilansir dari detikNews, hingga kini proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan. Diketahui, gempa kembar Venezuela terjadi pada Rabu (24/6) sore waktu setempat. Gempa pertama berkekuatan magnitudo (M) 7,2 dan gempa kedua guncangannya lebih kuat, yakni M 7,5.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Survei Geologi Amerika Serikat (AS) atau USGS menyebut dua gempa tersebut sebagai fenomena gempa bumi 'doublet' atau gempa kembar. Selain korban jiwa dan luka, gempa ini juga meruntuhkan banyak bangunan. Bahkan, bandara utama Venezuela dilaporkan rusak.
Dua hari seusai gempa melanda, warga Venezuela mulai dilanda frustrasi. Musababnya, bantuan yang didistribusikan lamban di beberapa area yang terdampak paling parah, termasuk negara bagian La Guaria. Warga dan relawan terpaksa membongkar puing bangunan dengan tangan kosong karena minimnya alat berat.
Selain warga setempat, terdapat belasan warga negara asing (WNA) di antara korban tewas akibat gempa Venezuela. Laporan AFP menyebut setidaknya 19 WNA dikonfirmasi tewas di Venezuela akibat gempa dahsyat tersebut.
Ratusan Gempa Susulan
Otoritas Venezuela melaporkan sedikitnya terdapat 300 gempa susulan melanda negara tersebut, setelah gempa kembar dahsyat mengguncang. Gempa susulan itu terjadi di sepanjang tiga patahan geologis utama yang melintasi wilayah Venezuela.
"Sejak pukul 18.03 waktu setempat pada tanggal 24 Juni hingga saat ini, kami telah mencatat total 302 peristiwa seismik. Selain dua gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 tersebut, terdapat 300 peristiwa seismik lainnya, yang merupakan gempa susulan," ujar ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, dalam pidato yang disiarkan saluran televisi pemerintah, VTV, seperti dilansir RIA Novosti, Sabtu (27/6).
Gempa susulan terbaru, yang tercatat berkekuatan Magnitudo 4,9, dirasakan oleh warga Venezuela pada Jumat (26/6) sore. Gempa susulan ini sebagian besar dirasakan di wilayah Caracas dan Maracay. Tidak diketahui apakah ada korban terbaru akibat gempa susulan tersebut.
50 Ribu Orang Masih Hilang
Pemerintah Caracas meyakini sebanyak 172 orang masih terjebak reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa. Kemudian, lebih dari 50ribu orang lainnya dilaporkan masih hilang.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, Tom Fletcher, melaporkan puluhan ribu orang masih hilang setelah gempa kembar dahsyat mengguncang Venezuela. Ia memperingatkan jumlah korban tewas kemungkinan akan terus bertambah.
"Ini adalah respons darurat yang sangat, sangat kompleks," kata Tom Fletcher dilansir AFP, Sabtu (27/6).
"Kami memiliki lebih dari 50 ribu orang yang hilang, lebih dari 500 orang tewas, jadi pekerjaan besar untuk menyisir puing-puing," imbuhnya.
Komentar tersebut muncul setelah Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan jumlah korban tewas resmi akibat gempa bumi meningkat lebih dari dua kali lipat pada hari Jumat menjadi 589, saat tim penyelamat berpacu untuk menemukan korban selamat di bawah reruntuhan bangunan.
Fletcher mengatakan badan kemanusiaan PBB OCHA yang dipimpinnya, belum memiliki perkiraan seberapa tinggi jumlah korban jiwa yang kemungkinan akan terjadi. Namun, kata dia, 50 riu orang masih hilang.
"Tugas kami adalah menemukan sebanyak mungkin dari mereka, dan menjaga agar jumlah korban jiwa tetap serendah mungkin, tetapi jelas jumlahnya akan meningkat secara signifikan," imbuhnya.
Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!
(iws/iws)

