detikBali

Laundry di Tabanan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 750 Juta

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Laundry di Tabanan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 750 Juta


I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali

Usaha laundry di Banjar Malkangin, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan ludes dilalap si jago merah pada Rabu (1/7/2026).
Foto: Usaha laundry di Banjar Malkangin, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan ludes dilalap si jago merah pada Rabu (1/7/2026). (Istimewa)
Tabanan -

Sebuah usaha laundry di Jalan Sriwijaya Nomor 36, Banjar Malkangin, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, dilalap si jago merah pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 12.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 750 juta.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, dalam keterangannya menjelaskan bangunan yang terbakar merupakan milik I Made Rusdiawan. Kebakaran pertama kali diketahui oleh salah seorang karyawan, Ade Irmaliana, yang saat itu sedang bekerja di dalam laundry.

Saat itu, Ade melihat api muncul dari regulator mesin pengering pakaian. Ia sempat berupaya memadamkan api menggunakan spon basah. Namun, api tidak berhasil dipadamkan dan justru semakin membesar hingga merembet ke tumpukan pakaian di dalam laundry.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Api dengan cepat membesar karena di dalam bangunan terdapat sejumlah tabung gas LPG serta cairan parfum laundry yang mudah terbakar," jelas Wiwik.

ADVERTISEMENT

Menyadari situasi semakin berbahaya, Ade segera meminta pertolongan warga sekitar termasuk kepala lingkungan Banjar Malkangin. Sejurus kemudian, kepala lingkungan (kaling) kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tabanan dan sekitar pukul 12.40 Wita, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.

"Kurang lebih selama 45 menit api akhirnya berhasil dipadamkan," jelasnya.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan seluruh bagian bangunan laundry hangus terbakar. Sejumlah peralatan usaha ikut musnah, di antaranya empat unit mesin pengering merek LG, empat unit mesin cuci merek LG, satu mesin boiler pemanas air untuk setrika uap, satu kulkas, satu unit AC merek LG.

Kemudian dua tablet merek Infinix, satu tablet Samsung, satu telepon genggam Vivo, serta 15 tabung gas LPG yang terdiri dari 10 tabung berukuran 3 kilogram dan lima tabung berukuran 12 kilogram.

"Dari hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu kebocoran gas pada saluran pipa besi regulator mesin pengering," terang Wiwik.

Petugas kepolisian telah melakukan olah TKP, memeriksa para saksi, serta mengumpulkan keterangan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini menyebabkan pemilik usaha mengalami kerugian materi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp750 juta.




(hsa/hsa)










Hide Ads