detikBali
Internasional

Serangan Rudal-Drone Rusia ke Ukraina, Korban Tewas Bertambah Jadi 27 Orang

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026
Internasional

Serangan Rudal-Drone Rusia ke Ukraina, Korban Tewas Bertambah Jadi 27 Orang


Yulida Medistiara - detikBali

Ukraines President Volodymyr Zelenskiy visits the Dormition Cathedral of the Kyiv Pechersk Lavra, which was hit during Russian missile and drone strikes, amid Russias attack on Ukraine, in Kyiv, Ukraine June 15, 2026. Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY.
Zelenskiy saat mengecek dampak serangan Rusia di Kyiv. (via REUTERS/Ukrainian Presidential Press Ser)
Denpasar -

Korban tewas akibat serangan rudal dan drone Rusia ke Ukraina kembali bertambah menjadi 27 orang. Otoritas Ukraina menyatakan akan membalas serangan Rusia yang menghancurkan sejumlah gedung apartemen tersebut.

Dilansir dari detikNews, ledakan mulai bergema pada Rabu malam hingga Kamis (2/7/206) dini hari ketika rudal dan drone Rusia menghujani daerah pemukiman di pusat kota Kyiv. Kepala administrasi militer kota, Tymur Tkachenko, mengatakan 27 orang tewas dan 91 terluka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan pasukannya akan membalas serangan semalam. Hal itu diungkapkan Zelensky saat memeriksa sebuah blok apartemen yang sebagian hancur.

Sementara itu, diplomat tertinggi Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Moskow. Zelensky juga mendesak Amerika Serikat (AS) agar mendapatkan lisensi untuk memproduksi rudal pertahanan udara Patriot.

ADVERTISEMENT

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk serangan Rusia dan mengulangi seruan gencatan senjata. Terlebih, serangan tersebut mengorbankan warga sipil.

"Serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil di mana pun terjadi merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional dan harus segera dihentikan," kata Juru Bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric.

Di sisi lain, Rusia bersumpah untuk meningkatkan tekanan lebih lanjut terhadap Kyiv dan tetap berpegang pada retorika tanpa kompromi.

Sebelumnya, serangan rudal dan drone Rusia tersebut menghancurkan gedung-gedung apartemen di Kyiv. Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Moskow sedang mempersiapkan serangan besar-besaran.

Rusia sendiri rutin meluncurkan rudal dan drone ke kota-kota Ukraina, termasuk Kyiv, selama invasi lebih dari empat tahunnya. Perang ini disebut-sebut menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)










Hide Ads
LIVE