detikBali

Atasi Kelangkaan, Pertamina Gelontorkan 27 Ribu LPG Melon ke Lombok Timur

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Atasi Kelangkaan, Pertamina Gelontorkan 27 Ribu LPG Melon ke Lombok Timur


Sanusi Ardi W - detikBali

Proses penyaluran gas LPG 3 kilogram ke Lombok Timur, NTB, Minggu (5/4/2026)
Foto: Proses penyaluran gas LPG 3 kilogram ke Lombok Timur, NTB, ( dok. Pertamina Patra Niaga)
Lombok Timur -

PT Pertamina Patra Niaga menggelontorkan pasokan 27 ribu tabung gas LPG 3 kilogram (kg) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal ini sebagai respons atas kelangkaan LPG 3 di wilayah tersebut. Bahkan, warga sampai pingsan saat mengantre di pangkalan LPG.

"Pengecekan telah dilakukan dan kami pastikan penyaluran berjalan normal dan lancar dari level SPPBE hingga pangkalan, sebagai bentuk mitigasi. Pertamina telah melaksanakan penyaluran tambahan pada momen libur panjang minggu ini sebanyak 17 ribu tabung kepada masyarakat Lombok Timur dan sekitarnya yang mana jumlah ini mencapai 50% dari alokasi normal," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, Minggu (5/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertamina juga melakukan operasi pasar selama tiga hari ke depan. Hal tersebut menurut Ahad, sebagai salah satu upaya untuk memastikan stok LPG 3 kg aman di lapangan.

"Kami juga melaksanakan operasi pasar tiga hari ke depan, sudah dimulai pada hari ini," kata Ahad.

ADVERTISEMENT

Ahad menjelaskan, pada operasi pasar tersebut, pihaknya akan menambah jumlah gas LPG 3 Kilogram yang akan disalurkan ke Lombok Timur, yakni sebanyak 24 ribu tabung atau sekitar 70% dari alokasi normal. Penambahan ini dilakukan sebagai upaya memenuhi permintaan masyarakat, terutama di titik-titik krusial.

"Untuk hari ini akan dilaksanakan operasi pasar melalui penambahan alokasi pangkalan. Untuk dua hari ke depan akan dilaksanakan di titik krusial sesuai koordinasi dengan Pemda setempat," ujar Ahad.

Untuk menghindari terjadinya lonjakan permintaan, pihaknya juga telah meminta agen untuk memprioritaskan pangkalan dengan permintaan tertinggi. Kemudian, lanjut Ahad, di level pangkalan supaya memprioritaskan penjualan kepada konsumen langsung dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 18 ribu.

"Kami menegaskan kembali ke seluruh agen dan pangkalan terkait penyaluran harus tepat sasaran dan senantiasa mengecek secara disiplin terkait penjualan akhir ke konsumen. Ketika ada salah satu ketentuan yang tidak dipatuhi oleh pihak agen maupun pangkalan resmi Pertamina, maka kami memberikan sanksi berupa penyetopan alokasi sampai dengan pemutusan hubungan usaha," tegas Ahad.




(hsa/hsa)










Hide Ads
LIVE