detikBali

Harga Cabai di Jembrana Tembus Rp 80 Ribu Per Kilogram Jelang Galungan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Harga Cabai di Jembrana Tembus Rp 80 Ribu Per Kilogram Jelang Galungan


I Putu Adi Budiastrawan - detikBali

Suasana salah satu los pedagang sembako di Pasar Umum Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Jumat (12/6/2026). (Foto: I Putu Adi Budiastrawan/detikBali)
Suasana salah satu los pedagang sembako di Pasar Umum Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Jumat (12/6/2026). (Foto: I Putu Adi Budiastrawan/detikBali)
Jembrana -

Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Jembrana, Bali, merangkak naik menjelang Hari Raya Galungan. Bahkan, harga cabai di Pasar Umum Negara kini sudah tembus Rp 80 ribu per kilogram (kg).

"Kenaikan sudah terjadi sekitar lima hari yang lalu secara bertahap, terutama cabai. Kemarin cabai itu Rp 80 ribu dari harga awal Rp 50 ribu," ungkap salah seorang pedagang di Pasar Umum Negara, Ni Wayan Muliada (55), Jumat (12/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan harga cabai ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat yang tidak sebanding dengan pasokan. Selain cabai, harga komoditas lain juga terkerek naik. Misalkan bawang putih dari Rp 25 ribu menjadi Rp 40 ribu per kg. Sedangkan, harga tomat naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu per kg.

"Hari ini pasokan cabai tidak ada yang masuk, jadi tidak tahu harga pastinya per hari ini," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (KUKMP) Jembrana menggelar operasi pasar murah selama tiga hari di lokasi berbeda dari 10-12 Juni 2026. Pasar murah ini menyediakan tiga komoditas utama yaitu beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), telur ayam ras, dan minyak goreng Minyakita.

Fungsional Analis Perdagangan Dinas KUKMP Jembrana, Putu Gede Mahaputra, menjelaskan operasi pasar ini merupakan langkah taktis untuk mengantisipasi kelangkaan sekaligus menjaga stabilitas harga pangan jelang Galungan dan Kuningan.

"Operasi pasar ini kami laksanakan untuk mengantisipasi kenaikan harga beras, khususnya beras medium yang saat ini sudah banyak dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain itu juga untuk antisipasi kelangkaan minyak goreng serta membantu masyarakat jelang hari raya," kata Mahaputra.

Melalui operasi pasar ini, warga bisa membeli komoditas secara eceran maupun sistem paket. Warga cukup membayar Rp 122 ribu untuk mendapatkan paket berisi 1 sak beras SPHP (5 kg), 1 krat telur ayam ras, dan 1 liter Minyakita

"Di setiap lokasi kami siapkan 1 ton beras SPHP (200 sak), 20 dus Minyakita (240 liter), dan sekitar 50 krat telur ayam ras. Harapannya kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dan harga di pasaran tetap terkendali," pungkas Mahaputra.




(iws/iws)











Hide Ads