detikBali

Pemprov NTB Tawarkan Proyek EBT Rp 1,2 Triliun ke Oman

Terpopuler Koleksi Pilihan

Pemprov NTB Tawarkan Proyek EBT Rp 1,2 Triliun ke Oman


Ahmad Viqi - detikBali

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menerima Duta Besar Oman untuk Indonesia, Mohamed Ahmed Salim di ruang kerjanya, Kamis (18/6/2026).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menerima Duta Besar Oman untuk Indonesia, Mohamed Ahmed Salim di ruang kerjanya, Kamis (18/6/2026). (Foto: Dok. Pemprov NTB)
Mataram -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menawarkan proyek energi baru terbarukan (EBT) bernilai hingga US$ 78 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun kepada Kesultanan Oman. Selain sektor energi hijau, NTB juga membuka peluang investasi di bidang pariwisata premium, kelautan, hingga hilirisasi.

Penawaran itu disampaikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat menerima kunjungan Duta Besar Oman untuk Indonesia, Mohamed Ahmed Salim, di Kantor Gubernur NTB, Kamis (18/6/2026).

"Kami menawarkan kemitraan investasi yang saling menguntungkan dan berorientasi pada keberlanjutan. Ini adalah bagian dari transformasi ekonomi daerah untuk kesejahteraan masyarakat," ujar Iqbal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iqbal memastikan kemudahan perizinan dan iklim investasi yang kondusif bagi investor global. Sejumlah proyek EBT yang ditawarkan antara lain PLTS di Sengkol, Lombok Tengah, PLTB di Jerowaru, Lombok Timur, serta pengembangan PLTS terapung dan PLTA skala kecil yang memanfaatkan bendungan daerah.

ADVERTISEMENT

Tak hanya energi, Pemprov NTB juga menawarkan pengembangan destinasi wisata premium di sejumlah kawasan strategis. Di antaranya Pantai Kerakat di Lombok Timur yang memiliki daya tarik Tujuh Mata Air Bawah Laut, Gili Gede, hingga Kuta Mandalika.

"Selain itu, ada pula kawasan Gili Gede, hingga Kuta Mandalika yang siap dikembangkan menjadi magnet baru pariwisata kelas dunia," ujarnya.

Pada sektor kelautan, NTB menawarkan peluang investasi hilirisasi rumput laut, lobster, dan ikan air tawar. Pemerintah juga mempromosikan investasi industri garam di Pulau Sumbawa serta pembangunan pusat pascapanen dan cold storage modern di Pelabuhan Perikanan Soromandi dan Teluk Cempi.

"Kami berharap tidak hanya mendatangkan modal segar, tetapi juga mempercepat transisi energi bersih dan membangun fondasi ekonomi NTB yang inklusif serta berkelanjutan," kata Iqbal.

Dua Proyek Siap Investasi

Sekretaris Dinas ESDM NTB Niken Arumdati mengatakan saat ini terdapat dua proyek utama yang telah berstatus siap investasi.

Proyek tersebut meliputi PLTS on-grid 20 MW dengan nilai investasi 16-18 juta dolar AS dan PLT Bayu on-grid 50 MW senilai 45-60 juta dolar AS. Kedua proyek itu direncanakan berlokasi di Lombok Tengah dan Lombok Timur.

"Untuk PLTS, target masuk ke tahap pelelangan dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN adalah pada tahun 2028. Sementara untuk PLT Bayu akan dibagi ke dalam dua tahap, yaitu pada tahun 2027 dan 2028," ujar Niken.

Selain itu, Pemprov NTB juga menjajaki pemanfaatan 15 bendungan besar untuk pengembangan PLTS terapung dan mikrohidro. Salah satu lokasi yang menjadi fokus adalah Bendungan Meninting.

"Salah satu titik yang menjadi fokus utama dalam kunjungan lapangan bersama Duta Besar Oman adalah Bendungan Meninting. Dari hasil tinjauan, Bendungan Meninting dinilai sangat potensial dengan kapasitas daya mikro hidro sebesar 400 Kilo Watt (KW) atau 0,4 MW, dan PLTS terapung mencapai 9,3 MW," tegasnya.

Menurut Niken, minat investasi terhadap proyek-proyek NTB tidak hanya datang dari Oman. Investor dari Bahrain, Bulgaria, dan Armenia juga disebut menunjukkan ketertarikan serupa.

"Total potensi energi surya di regional Lombok-Sumbawa bahkan diproyeksikan mendekati angka 10.000 MW, dengan sebaran terbesar berada di Pulau Sumbawa yang secara geografis lebih luas," katanya.

"Jadi para delegasi tidak terbatas pada sektor sektor kelistrikan. Sektor perikanan dan kelautan turut menjadi magnet investasi yang sangat diminati dalam kunjungan mereka. Tadi juga tertarik kerja sama bidang SDM di sektor SMK," tandasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads