Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih menyiapkan sebanyak 20 shuttle bus selama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) tahun 2026. 10 shuttle bus dari parkir Kedungdung menuju Manik Mas dan 10 shuttle bus dari Manik Mas ke Padma Buana.
Kepala Badan Pengelola Kawasan Suci Pura Agung Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, mengatakan shuttle bus dari Kedungdung menuju Manik Mas merupakan shuttle non-listrik untuk mengangkut seluruh pemedek. Hal ini karena kendaraan besar, seperti bus, hanya diperbolehkan parkir di kawasan Kedungdung dan tidak diizinkan masuk ke area Manik Mas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian untuk shuttle dari Manik Mas menuju Padma Buana dan sebaliknya merupakan shuttle listrik khusus untuk mengangkut pemedek kategori anak-anak, ibu hamil, lanjut usia (lansia), difabel dan sulinggih.
"Untuk pemedek yang masih muda dan sehat kami minta untuk jalan kaki dari Manik Mas sampai Pura Penataran Agung Besakih," ujar Muliarta, Kamis (26/3/2026).
Bagi pemedek yang tidak ingin berjalan kaki, tersedia alternatif menggunakan ojek lokal. Pihak pengelola telah berkoordinasi dengan pengemudi ojek untuk bersiaga di sejumlah titik yang dilalui pemedek menuju lokasi persembahyangan.
Dengan berbagai opsi transportasi tersebut, pengelola berharap pelaksanaan Karya IBTK 2026 dapat berlangsung aman dan lancar. Pemedek yang tidak dapat menggunakan shuttle bus dari Manik Mas ke Padma Buana diharapkan dapat memahami karena layanan tersebut diprioritaskan bagi kelompok tertentu.
Untuk diketahui, Karya IBTK tahun 2026 akan nyejer (melakukan persembahyangan secara terus-menerus) selama 21 hari dimana puncaknya akan dilaksanakan pada Kamis (2/4/2026) dan penyineban atau penutupan akan dilaksanakan pada Kamis (23/4/2026) mendatang.
Sedangkan pendakian ke Gunung Agung, Karangasem, Bali, akan ditutup selama 28 hari terhitung dari tanggal 28 Maret hingga 24 Maret 2026. Penutupan dilakukan seiring pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih, dengan puncak upacara pada 2 April 2026.
Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiartha mengatakan telah bersurat ke pemandu pendakian Gunung Agung, travel agent, dan yang lainnya. Keputusan tersebut diambil berdasarkan paruman atau rapat yang dilakukan oleh seluruh pengempon Pura Agung Besakih.
"Kami harap, seluruh wisatawan atau para pendaki untuk maklum dan tidak memaksakan diri untuk mendaki Gunung Agung selama penutupan," kata Widiartha, Senin (23/3/2026).
Tujuan dari penutupan pendakian tersebut adalah untuk menjaga kesucian Gunung Agung selama berlangsungnya karya. Sebab, pada 30 Maret 2026 akan dilaksanakan upacara nedunang atau menurunkan Ida Bhatara dari penyimpanan masing-masing untuk berstana di Pura Penataran Agung, Besakih.
(nor/nor)










































