detikBali

Tradisi Menjelang Haji di Lombok Tengah: Selakaran, Rowah hingga Dzikir Saman

Terpopuler Koleksi Pilihan

Tradisi Menjelang Haji di Lombok Tengah: Selakaran, Rowah hingga Dzikir Saman


Arga Fahreza - detikBali

Kloter pertama jemaah haji Nusa Tenggara Barat (NTB) 2025 tiba di Bandara Lombok, Kamis (12/6/2025) pukul 00.02 Wita. (Istimewa)
Ilustrasi haji tiba di Bandara Lombok, Kamis (12/6/2025) pukul 00.02 Wita. (Istimewa)
Lombok Tengah -

Setelah Idulfitri masyarakat akan bersiap menyambut musim haji. Ribuan jamaah haji berangkat dari Pulau Lombok setiap tahunnya. Ada beberapa tradisi yang biasanya dilakukan termasuk oleh masyarakat Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ibadah haji adalah rukun islam yang ke-5 dan hanya dilaksanakan oleh mereka yang mampu. Puncak ibadah haji terjadi pada 10 Dzulhijjah yang juga disebut sebagai Iduladha. Rombongan jemaah haji biasanya akan berangkat mulai dari 40 hari sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keberangkatan jamaah haji ini akan didahului oleh tradisi lokal seperti yang juga dilakukan masyarakat Lombok Tengah. Seperti apa tradisi menjelang haji di sana? Simak selengkapnya!

Tradisi Sebelum Berangkat Haji di Lombok Tengah

ADVERTISEMENT

Menunggu waktu keberangkatan haji di Indonesia terhitung sangat lama. Antrean yang super padat ini bahkan mencapai puluhan tahun, tidak jarang jamaah yang berangkat haji berusia sepuh.

Persiapan menjelang berangkat di Lombok Tengah akan dilakukan pembuatan klansah atau tenda tradisional. Sebagian bahan pembuatan menggunakan bahan bambu atau kayu. Termasuk juga pagar yang mengelilingi area sekitar rumah calon jamaah haji. Tujuannya adalah untuk kegiatan seperti selakaran dan rowah haji.

Selakaran adalah pembacaan kitab Al-Barzanji di bawah klansah. Sedangkan rowah adalah kegiatan berziarah haji, tujuannya adalah warga minta didoakan oleh jemaah haji ketika berada di tanah suci.

Ada juga tradisi dzikir saman yang dilakukan di Desa Labulia. Para pemuda di desa tersebut akan memberikan penampilan berupa lantunan sholawat yang diiringi dengan tarian. Gerakan dzikir saman terhitung banyak, mencapai hingga 44 gerakan tarian.

Ibadah haji bukan hanya berdampak pada sisi spiritual, tetapi juga pada aspek sosial di masyarakat.

Bagaimana Kondisi Setelah Pulang Haji?

Jamaah haji yang kembali pulang ke daerahnya akan disambut dengan tangis haru dan pelukan hangat oleh sanak saudara. Mereka pulang dengan membawa cerita dan doa.

Biasanya akan terjadi perubahan dari segi spiritual. Jamaah haji akan lebih taat beribadah dibanding sebelum berangkat. Ibadah wajib maupun sunnah akan dengan senang hati dilakukan. Masjid menjadi tempat favorit yang dikunjungi setiap hari.

Dalam aspek sosial, mulai terjadi perubahan panggilan. Masyarakat akan menyapa orang tersebut dengan panggilan "pak haji/bu haji". Mereka akan dilihat sebagai sosok yang memiliki posisi sosial yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Dari segi berpakaian pun akan ada kecenderungan untuk menggunakan kopiah atau peci berwarna putih. Jilbab yang digunakan pun menjadi lebih lebar dari sebelumnya. Pola berpakaian seperti ini membuat mereka mudah dikenali sebagai seorang haji.




(nor/nor)










Hide Ads