FOTO Bali Festival kembali digelar tahun ini di Nuanu Creative City, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali. Dalam edisi kedua ini, sebanyak 36 fotografer dari 24 negara memamerkan puluhan karya fotografi.
Festival yang berlangsung pada 3 Juni hingga 12 Juli 2026 itu mengusung tema 'After Image'. Tema tersebut menjadi kelanjutan dari tema pameran pertama, yakni 'Life'.
Festival Director FOTO Bali Festival II, Kelsang Dolma, menjelaskan panitia menerima 693 pendaftar dari 80 negara sebelum pameran berlangsung. Seluruh karya kemudian dikurasi oleh dua tokoh fotografi, Kurniadi Widodo dan Putu Sridianari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasilnya kami mendapatkan 36 artis dari 24 negara," ujar Kelsang Dolma, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Kelsang, FOTO Bali Festival digelar karena Bali memiliki keberagaman yang unik. Selain itu, Pulau Dewata juga menjadi salah satu destinasi utama fotografer dunia di Indonesia hingga Asia Tenggara.
Sementara itu, kurator Kurniadi Widodo mengatakan tema "After Image" berangkat dari pemikiran bahwa fotografi di Indonesia kerap dipandang secara sekilas, sementara, dan sekejap.
Karena itu, tema tersebut diangkat untuk mengamati momen yang telah berlalu dengan durasi lebih panjang yang kemudian dipadukan ke dalam dunia fotografi.
"Sebelum mendapat 36 artis, ada 693 orang yang mendaftar dari 80 negara. Padahal target awal 500 pendaftar. Ini membuktikan festival ini menjadi outlet yang dibutuhkan oleh komunitas fotografer lokal hingga dunia," jelasnya.
Kurator lainnya, Putu Sridianari, menambahkan proses kurasi menitikberatkan pada empat hal, yakni relevansi, kekuatan bahasa visual, keberagaman perspektif, dan keterhubungan antar karya.
"Pameran ini bukan foto kompetisi. Ini adalah murni memberikan ruang untuk pamerkan karya mereka," ujar Sridianari.
Pameran FOTO Bali Festival II turut menggandeng Kementerian Kebudayaan melalui Manajemen Talenta Nasional (MTN), ISI Bali, komunitas Bali Motion, dan sejumlah pihak lainnya.
(dpw/dpw)










































